- Keracunan massal kembali terjadi di Sleman
- Sebanyak 300 siswa dilarikan ke Puskesmas Mlati 2
- Terdapat 3 sekolah yang mengalami gejala serupa
SuaraJogja.id - Ratusan siswa di wilayah Kapanewon Mlati, Sleman, mengalami gejala keracunan usai diduga menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Data sementara hampir 300 siswa dari tiga sekolahan yang mengalami gejala keracunan.
Adapun kasus disebut melibatkan siswa dari tiga sekolah, yakni MAN 3 Yogyakarta (Mayoga) di Sleman, SMP Negeri 2 Mlati, dan SD Jombor Lor.
Saat ini beberapa siswa yang mengalami gejala itu sudah dibawa ke Puskesmas Mlati 2.
Pelaksana Tugas (Plt) Panewu Mlati, Arifin, mengatakan kasus ini mulai terpantau sejak Kamis malam.
Ketika itu sejumlah siswa sudah mengeluhkan gejala seperti pusing dan diare.
"Menurut informasi yang saya dapat, jumlah siswa di Mayoga semalam ada 214 orang. Cuma yang sampai tadi pagi yang dibawa ke sini [Puskesmas Mlati 2] pagi ini 20 orang," kata Arifin, saat ditemui wartawan, Jumat (24/10/2025).
"Kalau yang SMP 2 Mlati itu yang tadi pagi aja yang dibawa ke sini, yang dibawa sekitar 35 siswa. Kalau yang SD sekitar 13 orang," ungkapnya.
Ia menjelaskan, pihaknya masih menelusuri penyebab pasti gejala keracunan tersebut.
Baca Juga: Makan Bergizi Gratis Mandek? Guru Besar UGM: Lebih Baik Ditinjau Ulang
Apakah memang berasal dari menu MBG yang dibagi kemarin atau tadi pagi.
"Makanya kita lihat apakah karena makan tadi pagi atau ikut yang kemarin. Kan bisa jadi kemarin. Kalau SD, makan tadi pagi, bisa jadi, tapi kita belum tahu," ucapnya.
Adapun dari informasi yang diterima, menu MBG yang disantap para siswa kemarin yakni opor ayam, tahu dan acar.
Sementara untuk menu yang dibagikan ke siswa SD pagi tadi masih dalam pemeriksaan.
"Kemarin yang jelas opor ayam, tahu, acar. [Kalau] SD tadi pagi, belum tahu. Masih dibawa ke sini samplenya belum ada laporan," ujarnya.
Menurut Arifin, para siswa yang sempat mengalami gejala langsung dibawa ke Puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais