- Pembaruan Data UMKM di Kota Jogja diperbaharui
- 90 pendata diturunkan untuk mengumpulkan pengusaha UMKM
- Data real dari Pemkot ada sedikitnya 6.835 UMKM dari 16.400 usaha yang terdaftar di OSS
SuaraJogja.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali melakukan pembaruan data Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Hal ini dilakukan sebab data yang ada selama ini dianggap belum sinkron antarinstansi sehingga sulit dijadikan acuan untuk kebijakan pendampingan.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 90 enumerator atau petugas pendata yang akan turun langsung ke lapangan.
Para petugas itu sudah mulai diturunkan pada 23 Oktober kemarin dan akan berlangsung hingga 2 Desember 2025 mendatang.
"Data yang sudah ada dipetakan kambali. Mengupdate [memperbarui] sekaligus mendata, seperti sensus," kata Tri Karyadi dikutip, Senin (27/10/2025).
Adapun jumlah UMKM di Kota Yogyakarta berdasarkan data Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Online Single Submission (OSS) tercatat sekitar 16.400.
Sementara data versi Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta yang diperbarui hanya ada 6.835 UMKM di Kota Yogyakarta.
Data tersebut yang menjadi acuan dalam pembaruan data UMKM di tahun ini.
Pendataan UMKM di Kota Yogyakarta ini diperlukan mengingat terakhir dilakukan pada 2022 silam.
Baca Juga: Yogyakarta Berhasil Tekan Stunting Drastis, Rahasianya Ada di Pencegahan Dini
"Dasarnya dari data-data UMKM yang sudah ada dicocokan. Ini benar-benar ada di Yogya atau tidak, karena UMKM itu dinamis sekali. Bisa berubah usahanya dan sebagainya," terangnya.
Pendataan dilakukan di seluruh kelurahan, masing-masing dengan dua enumerator.
Para petugas akan mencatat identitas pemilik usaha, jenis usaha, hingga modal.
Selain itu pihaknya bakal menyiapkan aplikasi digital untuk membantu pencatatan. Sehingga data baru bisa langsung diintegrasikan ke sistem.
Tri menegaskan agar pelaku UMKM bersikap terbuka terhadap petugas.
"Jawab apa adanya. Permasalahanya disampaikan. Kalau ada omzet terus terang. Itu sebagai indikator keberhasilan," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa
-
Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja
-
PORTA by Ambarrukmo Hadirkan Pameran Eksperimental Photography "Somewhere Blue" by Nia Nanoka
-
Dari Olahraga untuk Negeri, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia