- Gusti Benowo yang merupakan adik dari almarhum Paku Buwono XIII mengenang kebersamaan
- Raja Keraton Surakarta tersebut memiliki wibawa tinggi sehingga disegani di Solo
- Paku Buwono XIII meninggal di usia ke-77 tahun
SuaraJogja.id - Kenangan masa muda Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Benowo bersama kakaknya, mendiang Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIII, masih begitu jelas dalam ingatannya.
Bagi Gusti Benowo, kebersamaan mereka bukan sekadar hubungan darah semata.
Lebih dari itu ada ikatan batin yang sudah terbangun sejak muda.
"Mau percaya atau tidak saya itu adik yang paling disayangi sama beliau, paling kulino, paling dekat. Selain saya itu seibu, mungkin sehati ya saya dengan beliau itu," kata Gusti Benowo mengenang kedekatan dengan sang kakak yang baru saja dimakamkan di Makam Raja-Raja Mataram Imogiri, Bantul, Rabu (5/11/2025).
Gusti Benowo bercerita, semasa muda mereka kerap bepergian berdua. Salah satu kenangan yang paling berkesan baginya adalah saat mendampingi sang ayah, Sinuhun Paku Buwono XII.
Saat itu, hanya dua orang yang dipercaya untuk menyetir mobil sang raja yakni dirinya dan Paku Buwono XIII.
"Jadi waktu mudanya pun saya itu sering pergi berdua sama beliau kemanapun saya itu sering diajak. Apalagi kalau nderekke Sinuhun Paku Buwono XII itu kalau yang nyopir tidak saya, pasti Sinuhun yang sekarang yang meninggal ini [PB XIII]," ujarnya.
"Karena kalau tidak dua orang itu beliau tidak mau, enggak tahu sebabnya apa," imbuhnya.
Diberi Banyak Petuah
Gusti Benowo mengaku mendapatkan banyak petuah yang diberikan oleh sang kakak dalam perjalanannya.
Mulai dari soal kehidupan, tanggung jawab, serta tentang bagaimana menjaga kehormatan keluarga keraton.
"Banyak petuah-petuah yang diberikan kepada beliau, kepada kita kita ini sebagai penerus agar kita meneruskanlah para leluhur," ucapnya.
Salah satu pesan yang paling ia ingat adalah peringatan sang kakak agar tidak bermain-main dengan hadeging ratu atau sebuah istilah yang menggambarkan batas kekuasaan dan tanggung jawab seorang pemimpin.
Menurut Paku Buwono XIII, melangkahi takdir bisa membawa akibat fatal.
"Yang jelas beliau wanti-wanti, hati-hati jangan main-main dengan hadeging ratu karena sangat berbahaya. Karena kalau bukan jatahnya risikonya sangat besar, panjenengan percaya boleh, tidak, tidak masalah, kalau kuat jalan, kalau gak kuat sakit atau mati taruhannya hanya itu. Monggo silakan diartikan sendiri seperti apa itu," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor
-
Modus Wisata ke Luar Negeri, Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Tiga Pria Diduga Jemaah Haji Ilegal