- Wali murid SDN Nglarang menolak relokasi sementara akibat proyek Tol Jogja-Solo, bersikeras menunggu selesainya pembangunan gedung sekolah baru.
- Desain relokasi SDN Nglarang tahun 2024 tertunda karena lahan pengganti teridentifikasi sebagai lahan sawah dilindungi (LSD/LP2B) oleh BPN.
- Pemkab Sleman berkomitmen membantu proses perizinan ke pusat dan memastikan pembangunan gedung sekolah baru dilakukan sebelum penggusuran.
"Apabila peraturan daerah memungkinkan, nanti pemda bisa memohonkan ke Kementerian, supaya dana bisa dialokasikan ke Pemda," ujarnya.
Pemkab Pasang Badan
Menanggapi situasi ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Susmiarto, memastikan Pemkab Sleman bakal pasang badan dalam persoalan ini.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Sleman akan membantu proses perizinan ke pusat.
Selain itu, pihaknya bakal memastikan tidak akan ada penggusuran sebelum gedung baru siap.
"Pemkab Sleman akan berusaha mengajukan izin ke kementerian, baik BPN maupun Pertanian. Karena ini untuk kepentingan umum, kami mohonkan agar diizinkan," tegas Susmiarto.
Diakui Susmiarto, proses pemanfaatan lahan pengganti ini memang tidak sederhana.
Selain izin pusat untuk LSD/LP2B, lahan pengganti tersebut merupakan Tanah Kas Desa (TKD).
Sehingga dalam hal ini tetap memerlukan izin dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
"Pak Bupati sudah komunikasi, akan kita tempuh, kami akan bergandengan tangan, piye carane [bagaimana caranya] izinnya cepat, baik dari pusat maupun dari provinsi," terang dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Gelombang Pengunduran Diri di Partai Buruh Berlanjut, Seluruh Pengurus DIY Kompak Pamit
-
Viral Debat Mahasiswa dan Rektorat UNY saat Hendak Gelar Aksi, Begini Kronologi Lengkapnya
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda