- Dispar Sleman targetkan 8 juta kunjungan wisata 2025, dengan capaian 6,1 juta hingga September.
- Cuaca ekstrem dan ekonomi lesu jadi tantangan, meski pendapatan wisata hampir capai Rp5,2 miliar.
- Awal 2026 diharapkan kunjungan naik lagi, namun Februari–Maret diprediksi turun karena puasa dan Lebaran.
SuaraJogja.id - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman menargetkan kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025 bisa menembus angka 8 juta orang.
Kondisi cuaca tak menentu dan ekonomi yang masih melambat menjadi tantangan.
Kendati demikian, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman, Koes Indarto, menuturkan bahwa pihaknya optimis dengan target itu.
Melihat tren kunjungan wisatawan hingga September kemarin saja sudah menembus angka 6,1 juta orang.
"Di September aja kan sudah 6,1 juta tapi kalau nanti ya, ini masih ada tiga bulan yang kita masih hitung, Oktober, November, Desember. Kemungkinan angkanya maksimal di angka 8 (juta kunjungan) bisa," kata Koes, dikutip, Selasa (11/11/2025).
Namun, Koes mengakui angka itu masih tergolong realistis dan diprediksi tidak akan terlalu melebihi banyak dari target.
"Soalnya pertimbangannya adalah jelas cuaca. Kemudian di tempat lain juga banyak bencana ya, kemudian ditambah ekonomi juga agak kurang mendukung," tuturnya.
Selain jumlah kunjungan, Koes juga menyoroti pencapaian pendapatan sektor wisata di Sleman. Terutama dari kawasan wisata unggulan seperti Kaliurang dan sekitarnya.
Dari data Dispar Sleman, hingga September lalu, pendapatan daerah dari sektor ini sudah mendekati target tahunan. Koes yakin target tahun ini akan terpenuhi.
Baca Juga: Wali Murid SD Nglarang Tolak Relokasi Sebelum Ada Gedung Baru, Pihak Tol Jelaskan Kendala Lahan
"Kalau kaitannya dengan target pendapatan, mudah-mudahan saja yang di Kaliurang bisa dicapai. Kalau kemarin per September itu sudah Rp4,9 M. Target kita kan dipasang targetnya Rp5,2 M," ucapnya.
"Sisa 3 bulan ya kita harus optimis, tapi nanti mungkin kalaupun optimalnya mungkin di angka 5 [miliar] sampai dengan 5,1 [miliar] tapi nggak sampai ke 5,2, karena agak kondisi saat ini juga," imbuhnya.
Meski demikian, Koes tidak menutup mata terhadap faktor-faktor yang bisa memengaruhi pencapaian target akhir tahun. Cuaca ekstrem dan kondisi ekonomi yang belum stabil dinilai menjadi tantangan terbesar.
"Kalau untuk kunjungan [cuaca] sangat signifikan, untuk kunjungan sangat signifikan, nah itu selain cuaca adalah masalah ekonomi. Akhir tahun ya, mudah-mudahan nanti akhir tahun, di Januari lah mulai membaik lagi," tuturnya.
Ia berharap pada awal tahun depan kondisi mulai pulih agar kunjungan wisata bisa meningkat kembali. Namun, ada potensi penurunan pada Februari dan Maretsebab bertepatan dengan bulan puasa dan Lebaran.
"Tantangan kita di tahun depan, sekali lagi Februari sudah puasa. Nah itu nanti banyak orang yang akhirnya harus berpikir lagi apakah Januari akan datang atau tidak, karena Februari puasa berarti Maret, Lebaran kan, itu sih yang kita harus perhatikan di situ," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Rupiah Melemah, Biaya Produksi Pertanian di Jogja Naik, Pemda DIY Siapkan Pemetaan Dampak ke Petani
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan