- Syukuran Dwi Widayati di Girisubo, Gunungkidul menjadi viral setelah berhasil menjadi PPPK dan PPG.
- Acara yang digelar pada Senin (24/11/2025) itu dihadiri sekitar 130–140 warga sekampung.
- Tujuan acara ini adalah ungkapan syukur dan menjaga kerukunan serta kebersamaan warga kampung.
"Ini buat sendiri, dari saudara-saudara dikumpulkan itu jadi masak sendiri, yang masak juga warga. Jadi ada sebagian yang masak gitu," ungkapnya.
Acara syukuran tersebut dihadiri sekitar 130–140 warga kampung dan kerabat dekat. Undangan dalam jumlah besar itu disebutnya sebagai bentuk kebersamaan warga kampung.
"Jadi saya cuman mengundang ya saudara-saudara aja yang satu kampung itu begitu," tuturnya.
Meski syukuran semacam itu bukan hal asing di kampungnya, Dwi mengakui bahwa acara besar untuk satu kampung memang jarang dilakukan.
Pihaknya berharap viralnya acara itu tidak menimbulkan salah paham mengenai maksud dari syukuran yang digelar.
Ia menegaskan bahwa acara syukuran denga makan bersama itu dimaksudkan sebagai bentuk untuk menjaga kerukunan dan sekaligus ungkapan syukur.
"Ya, sebagai bentuk rasa syukur saya itu tadi dan guyub rukunnya warga," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat