- Seorang pemuda berinisial NAP (25) ditangkap Polsek Mlati karena mencuri di tiga lokasi berbeda pada Sabtu (29/11/2025) dini hari.
- NAP melakukan pencurian di SDN Gabahan, toko interior, dan tempat pangkas rambut untuk membiayai kecanduan judi daring miliknya.
- Pelaku, seorang residivis kasus penganiayaan, dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara.
SuaraJogja.id - Seorang pemuda berinisial NAP (25) ditangkap polisi usai nekat melakukan pencurian di tiga lokasi berbeda. Usut punya usut yang bersangkutan melakukan aksinya lantaran ketagihan bermain judi online (judol).
Kapolsek Mlati Kompol Edi Mulyono menuturkan bahwa aksi pencurian itu dilakukan NAP pada Sabtu (29/11/2025) dini hari.
Tiga tempat yang disatroni warga Moyudan, Sleman itu yakni SDN Gabahan, Sumberadi, sebuah toko interior, dan tempat potong rambut. Aksi pencurian itu hanya dilakukan dalam waktu singkat, mulai pukul 02.00 hingga 05.00 WIB dini hari.
"Dari sekolah itu pelaku mengambil dua unit laptop, dua proyektor, dan uang tunai Rp 800 ribu. Total kerugian sekolah mencapai Rp 12,8 juta," kata Edi, saat dikonfirmasi, Jumat (5/12/2025).
Merasa hasil jarahan belum cukup, NAP kemudian bergeser ke sebuah toko interior. Di sana pelaku mencuri alat congkel besi yang digunakan untuk beraksi di lokasi ketiga.
Dari lokasi ketiga yakni sebuah tempat pangkas rambut, NP berhasl menggasak uang tunai Rp 1 juta.
"Jadi pada hari itu ada tiga laporan. Di SD, barbershop dan toko interior. Jadi barbershop dan toko ini posisinya sampingan," ungkapnya.
Mendapat laporan itu, Polsek Mlati bergerak cepat untuk mengidentifikasi pelaku dengan mencari CCTV dan petunjuk lain. Tak lama NAP berhasl dicokok ketika sedang bersantai sembari minum es campur.
"Pelaku diamankan sekitar pukul 14.30 WIB pada hari yang sama dengan kejadian. Saat ditangkap, pelaku sedang minum es campur di wilayah Moyudan," tuturnya.
Baca Juga: Viral 'Mas-mas Pelayaran' Dihukum 8 Bulan Penjara atas Penganiayaan Driver ShopeeFood
Disampaikan Edi, pelaku mengaku nekat melakukan aksi pencurian tersebut karena kecanduan judol. Hal itu dibuktikan bahwa uang hasil curian langsung ludes untuk deposit judol.
"Uangnya sudah habis untuk judi dan kalah. Jadi pelaku ini tidak tidur, habis mencuri langsung main judol," ungkap Edi.
Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita laptop dan proyektor sebagai barang bukti dari sekolah yang belum sempat dijual.
Berdasarkan hasil pemeriksaan NAP ternyata merupakan residivis kasus penganiayaan hingga korban meninggal tahun 2019.
Atas aksinya ini yang bersangkutan dijerat dengan Pasal 363 ayat 5e KUHP tentang pencuria dengan pemberatan, ancaman maksimal 9 tahun penjara. Saat ini pelaku sudah ditahan di Mapolsek Mlati.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
Terkini
-
Polda DIY Incar Balap Liar hingga Knalpot Brong di Operasi Patuh Progo 2026, Catat Aturannya!
-
Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro
-
CGV Arthouse Hadir di Yogyakarta, Film Kuldesak hingga Perfect Days Siap Tayang Bulan Depan
-
Tak Sekadar Soal Reformasi 1998, Laut Bercerita Angkat Duka Keluarga Korban Penghilangan Paksa
-
BRI Buka Jalan Karier bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional