- BKSDA Aceh mengerahkan empat gajah terlatih dari PLG Saree untuk membersihkan puing pasca-banjir di Pidie Jaya.
- Guru Besar UGM menyoroti pengerahan gajah berisiko tinggi terhadap kesejahteraan satwa karena material tajam dan membusuk.
- Pakar merekomendasikan gajah dialihkan ke peran aman seperti kegiatan psikososial edukatif bagi anak-anak penyintas bencana.
SuaraJogja.id - Belum lama ini empat gajah dikerahkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk ikut membantu membersihkan puing-puing pasca banjir bandang di Pidie Jaya, Aceh.
Tidak hanya itu, keempat gajah terlatih yang berasal dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar ini juga bekerja menyingkirkan tumpukan kayu dan material berat.
Namun kehadiran empat satwa itu justru disoroti oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Raden Wisnu Nurcahyo. Ia menyebut pengerahan empat gajah Sumatra dalam membantu membersihkan puing-puing pasca bencana beresiko besar terhadap kesehatan dan kesejahteraan satwa tersebut.
Penyebab utamanya yakni kondisi lapangan setelah bencana tersebut. Mengingat tak hanya kayu, tapi ada pula puing-puing bangunan, material tajam berkarat, hingga hewan yang mati membusuk.
"Jadi, sebetulnya gajah-gajah yang dikerahkan membersihkan puing pasca bencana itu sebenarnya menyalahi hak kesejahteraan hewan. Karena apa? Di sini kan gajah seperti dipekerjakan," kata Wisnu, Minggu (14/12/2025).
Wisnu menilai, pengerahan keempat gajah pada lokasi bencana tersebut melanggar lima prinsip kebebasan (Five Freedoms) dalam animal welfare yang seharusnya dipenuhi.
Seperti di antaranya satwa harus bebas dari lapar dan haus, bebas dari ketidaknyamanan, bebas dari rasa sakit, cidera, dan penyakit, bebas mengekspresikan perilaku normal, dan terakhir bebas dari rasa takut dan tertekan.
Menurutnya, pengerahan gajah hanya dapat dibenarkan pada situasi sangat darurat. Misalnya ketika alat berat tidak tersedia atau tidak dapat menjangkau lokasi.
"Penggunaan gajah itu hanya bisa diterima kalau memang eskavator tidak ada atau tidak bisa dijangkau. Tapi ini gajahnya justru diturunkan dari truk. Kenapa truknya tidak membawa eskavator saja? Kok malah menyuruh gajahnya? Jadi kesannya memang tidak urgen," tuturnya.
Baca Juga: Amankan Beruang Madu hingga Owa dari Rumah Warga Kulon Progo, BKSDA Peringatkan Ancaman Kepunahan
Sejumlah risiko kesehatan, kata Wisnu, dapat dialami gajah ketika dipekerjakan di medan bencana. Selain risiko cedera fisik, gajah yang dipaksa bekerja di lingkungan ekstrem juga rentan mengalami stres dan penyakit lain.
Ia menuturkan, gajah yang lelah cenderung menolak perintah pawang dan dapat berontak. Sebab kemudian ingin kembali ke situasi yang lebih aman, seperti berada di kubangan, dekat sumber air, maupun dekat dengan sumber pakan.
"Aktivitas mereka umumnya terbatas pada makan, istirahat, atau patroli sesekali. Karena itu, menempatkan mereka pada kondisi ekstrem pasca bencana berisiko tinggi baik bagi kesehatan maupun keselamatan mereka," tandasnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan kalau stres pada gajah tidak tertangani dengan baik dapat berkembang menjadi gangguan perilaku dan sifat agresif yang sewaktu-waktu dapat membahayakan pawang maupun gajah itu sendiri.
"Kalau terus dipaksa, gajah bisa stres, sakit, dan memunculkan sifat liarnya. Dia bisa melukai orang lain atau dirinya sendiri. Dalam kondisi ekstrem, stres berulang bahkan bisa berakibat kematian," ungkapnya.
Dalam hal ini, Wisnu merekomendasikan agar instansi terkait dapat mendorong pemanfaatan gajah dalam peran yang lebih aman dan edukatif. Seperti salah satunya mengerahkan gajah dalam kegiatan psikososial di area pengungsian yang ditujukan pada anak-anak penyintas bencana alam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Piala Paku Alam 2026 Bangkitkan Tradisi Pacuan Kuda dengan Balutan Karnaval dan Hiburan Keluarga
-
Fete de la Musique 2026 Digelar di Yogyakarta, 5 Musisi Lokal Meriahkan Kolaborasi Indonesia-Prancis
-
Gejayan Dikepung Massa, Tuntut Penurunan Harga BBM Hingga Tolak MBG dan UU TNI/Polri
-
Diguyur Hujan, Ratusan Mahasiswa dan Elemen Sipil Padati Gejayan Gelar Seruan Bersama
-
IHR: Piala Paku Alam 2026 Akan Digelar di Yogyakarta, Hadirkan Kemeriahan Pesta Karnaval