- Priyo Sanyoto (68) adalah satu-satunya penjual kaset pita dan CD lawas di Pasar Beringharjo sejak mulai berjualan tahun 1988.
- Penjualan kaset mencapai puncak pertengahan 1990-2000, kini pembeli utamanya adalah kolektor musik dari luar kota.
- Meskipun keuntungan menurun drastis, Priyo tetap merawat kaset agar siap putar sebagai penanda perjalanan hidupnya.
Menariknya, sebagian besar pelanggannya justru datang dari luar Yogyakarta. Perbincangan dari pelanggan-pelanggan sebelumnya yang membuat lapaknya masih dikenal sejumlah kolektor.
Tak jarang, kata Priyo, bahkan ada yang datang kembali setelah bertahun-tahun demi mencari judul tertentu. Kadang satu pelanggan membeli dalam jumlah banyak sekaligus.
"Masih ada (pembeli luar kota). Kalau dalam kota Jogja enggak ada," tuturnya.
Kini harga kaset yang dijual oleh Priyo bervariasi, tergantung kelangkaan dan kondisi. Kaset umum dijual di kisaran Rp20 ribu hingga Rp25 ribu, sementara kaset band legendaris bisa menembus harga dua kali lipat atau lebih.
Dari Kaset ke Bangku Kuliah
Meski tak banyak lagi yang melirik, Priyo tak lantas membiarkan lapaknya terbengkalai.
Ia tetap menjaga kualitas barang dengan telaten, membersihkan dan merawat kaset sebelum dijual agar siap diputar.
"Ini barangnya saya bersihkan, ra waton dijual gitu. Barangnya tetap dibersihkan. Siap putar," ujarnya.
Ketelatenan itu menjadi salah satu alasan lapaknya masih dicari. Meski keuntungan tak lagi bergelimang, Priyo tetap bertahan.
Baca Juga: 2 Juta Wisatawan Diprediksi Banjiri Kota Yogyakarta, Kridosono Disiapkan Jadi Opsi Parkir Darurat
Pada masa kejayaan kaset, ia mampu menyekolahkan tiga anaknya hingga kuliah. Namin kini, ia menyadari masa itu telah lewat.
"Kalau zaman dulu itu anak saya tiga kuliah (dari jualan kaset) tapi sekarang enggak mungkin," ungkapnya.
Di usianya yang memasuki 68 tahun, Priyo memandang lapak kasetnya sebagai hiburan sekaligus penanda perjalanan hidup.
Puluhan tahun ia tetap setia tanpa berganti profesi, ia memilih bertahan sebagai penjaga nada-nada lawas itu. Kini Priyo menjadi satu-satunya penjual kaset pita di Beringharjo yang masih setia merawat musik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM