- Universitas Gadjah Mada (UGM) mendata 218 mahasiswa terdampak bencana banjir dan longsor untuk pemberian bantuan komprehensif.
- Bantuan UGM meliputi biaya hidup, keringanan UKT, dan pendampingan psikososial bagi mahasiswa asal Sumatra.
- Pemerintah Daerah DIY berkomitmen menjamin keberlanjutan studi mahasiswa terdampak melalui pendataan dan potensi bantuan tunai.
SuaraJogja.id - Universitas Gadjah Mada (UGM) mencatat ada 218 mahasiswa yang ditengarai terkena dampak bencana banjir bandang dan longsor. Kini kampus bergerak cepat untuk melakukan pemberian bantuan lebih lanjut.
Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Rustamaji, menyebutkan bahwa UGM telah melakukan pendataan secara komprehensif terhadap mahasiswa terdampak di lingkungan kampus.
"Di UGM, terdapat 218 keluarga mahasiswa terdampak. Pendataan kami lakukan secara menyeluruh, mulai dari bantuan biaya hidup, keringanan UKT, hingga kebutuhan psikososial, dan pendampingan konseling," kata Rustamaji, Selasa (16/12/2025).
Berdasarkan pendataan sementara, mahasiswa yang terdampak berasal dari beberapa provinsi, antara lain 81 dari Aceh, 93 dari Sumatera Utara, dan 43 dari Sumatera Barat.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa sebagian masih tahap verifikasi di tingkat fakultas dan program studi.
"Kami berupaya memastikan tidak ada mahasiswa terdampak yang terlewat," tegasnya.
Rustamaji menambahkan, kebutuhan bantuan mahasiswa terdampak cukup beragam. Mulai dari keringanan UKT, bantuan biaya hidup harian, bantuan makan, paket sembako, bantuan biaya kos, hingga pendampingan konseling.
Ada pula kemudian beberapa mahasiswa berpotensi mengajukan cuti akademi. Hal ini akibat kondisi keluarga di daerah asal yang kehilangan tempat tinggal, pekerjaan, maupun sumber penghasilan.
Sebagai langkah awal, UGM telah menyalurkan sejumlah bantuan, di antaranya voucher makan dua kali sehari, voucher makan di kantin Fakultas Ekonomika dan Bisnis, serta bantuan finansial sebesar Rp2 juta per mahasiswa yang disalurkan pada periode Desember hingga Januari untuk mahasiswa Fakultas Farmasi.
Baca Juga: UII Siap Gratiskan Kuliah Mahasiswa Korban Bencana Sumatera, 54 Sudah Lapor Terdampak
Diketahui ada lebih dari 1700 mahasiswa yang tengah menempuh studi di DIY terkena dampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatra.
Kini, pemerintah daerah tengah memastikan keberlanjutan studi mahasiswa dengan fasilitas keringanan biaya kuliah serta proses pendataan lintas perguruan tinggi.
Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aria Nugrahadi, menyatakan bahwa Pemda DIY berkomitmen menjamin keberlanjutan studi mahasiswa terdampak. Terutama bagi mereka yang mengalami gangguan ekonomi maupun psikologi.
"Arahan dari Gubernur DIY jelas bahwa mahasiswa yang orang tuanya terdampak bencana perlu segera didata agar proses pembelajarannya tidak terganggu," kata Aria.
Disampaikan Aria, proses pendataan menjadi langkah awal. Pendataan bisa dilakukan melalui asrama mahasiswa maupun bersurat ke pimpinan perguruan tinggi dan akademi.
Namun dia mengakui bahwa keterbatasan anggaran dan sumber daya membuat Pemda DIY perlu koresponden dengan perguruan tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha