- Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta menyoroti praktik parkir liar dan pungli yang masih terjadi selama libur Nataru di kawasan wisata seperti Malioboro.
- Kondisi ini menunjukkan lemahnya pengawasan Pemkot Yogyakarta terhadap implementasi aturan parkir resmi di lapangan selama periode liburan.
- Pemkot Yogyakarta menyiapkan kantong parkir tambahan seperti di Menara Kopi dan SMP Negeri 3, sementara Polresta membagikan *barcode* informasi parkir resmi.
SuaraJogja.id - Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Munazar menyoroti soal praktik parkir liar dan pungutan liar (pungli) di kawasan Kota Yogyakarta saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Menurutnya perlu penertiban lebih masif lagi untuk menekan praktik ilegal tersebut.
Diakui Munazar, beberapa laporan masyarakat dan wisatawan yang masuk masih ada praktik penarikan tarif parkir di luar ketentuan resmi tanpa karcis.
Terlebih lagi keluhan tersebut muncul di kawasan wisata, misalnya sekitar Malioboro dan kawasan penyangga. Padahal lokasi-lokasi itu sangat berpotensi padat pengunjung saat musim liburan.
Munazar menilai kondisi ini memunculkan kesan lemahnya pengawasan pemerintah Kota. Terutama di titik-titik wisata yang diprediksi akan mengalami lonjakan kunjungan.
Hingga memasuki periode Nataru, belum terlihat langkah penertiban yang signifikan di lapangan. Situasi ini kemudian memicu kekhawatiran publik karena praktik parkir liar kerap berulang setiap momentum libur panjang.
"Setiap menjelang libur panjang, persoalan parkir liar dan pungli selalu muncul. Artinya ini menunjukkan pengawasan belum optimal," ujar Munazar, Selasa (23/12/2025)
Munazar menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan dan penegakan aturan oleh pemerintah daerah.
"Aturan sudah ada, tetapi implementasinya di lapangan masih lemah," imbuhnya.
Ditegaskan Munazar, pembiaran terhadap praktik tersebut berpotensi merugikan masyarakat dan wisatawan. Sekaligus mencoreng citra Yogyakarta sebagai kota tujuan wisata.
Baca Juga: 5 Rental Motor Murah Meriah di Jogja untuk Liburan Akhir Tahun 2025
"Jika dibiarkan, dampaknya bukan hanya pada kenyamanan pengunjung, tetapi juga menurunnya kepercayaan publik lalu potensi kebocoran pendapatan daerah dari retribusi parkir," ujarnya.
Pihaknya mendorong Pemkot Yogyakarta untuk segera melakukan langkah konkret. Termasuk pengawasan rutin dan penertiban bersama Dinas Perhubungan, kepolisian, dan Satgas Saber Pungli, khususnya selama masa libur Nataru.
Tambah Kantong Parkir
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bilang telah menyiapkan sejumlah kantong parkir tambahan. Kantong parkir itu ada di Menara Kopi serta Kridosono dengan berkolaborasi dengan pihak swasta.
Kemudian area parkir di Jalan Mangkubumi akan difungsikan khusus kendaraan kecil. Sementara bus diarahkan ke lokasi tertentu sesuai ketentuan.
"Kridosono kita utamakan untuk mobil-mobil kecil sehingga bus muter Kridosono langsung ke Menara Kopi," kata Hasto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Pameran ARCHIVEPELAGO: 45 Tahun Garin Nugroho Menyemai Indonesia
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul