- Pemda DIY menetapkan UMP 2026 sebesar Rp2.417.495, naik 6,78% dari tahun sebelumnya, berdasarkan kesepakatan bersama.
- UMK 2026 berbagai kabupaten/kota di DIY juga telah diumumkan, berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari setahun.
- Penerapan UMSP sektor konstruksi dan transportasi ditunda karena sektor tersebut dinilai belum stabil secara ekonomis tahun 2026.
"Karena karakteristik risikonya tinggi dan kondisi ekonominya belum stabil, maka UMSP untuk sektor konstruksi dan transportasi dinilai belum tepat diterapkan tahun 2026. Jadi sementara masih menggunakan ketentuan tahun sebelumnya," jelasnya.
Kedepan pengusaha dilarang membayar di bawah UMK. Selain mereka tidak diperkenankan mengajukan penangguhan pembayaran.
"Kami juga akan melakukan pengawasan. Pendekatannya persuasif terlebih dahulu, tapi tentu ada mekanisme sanksi jika terjadi pelanggaran," jelasnya
Ni Made berharap penetapan UMP dan UMK dapat diterima kedua belah pihak. Keseimbangan antara perlindungan pekerja dan daya tahan dunia usaha adalah kunci agar kebijakan pengupahan tidak justru menjadi kontraproduktif.
"Harapannya semua sama-sama legowo. Pekerja bisa bekerja dengan baik dan memperoleh penghasilan yang layak, pengusaha juga bisa beroperasi optimal sehingga roda ekonomi tetap berputar. Kalau salah satu terlalu ditekan, dampaknya bisa panjang. Maka kami memilih jalan tengah agar keberlanjutan ekonomi DIY tetap terjaga," tandasnya.
Wakil Ketua Dewan Pengupahan DIY, Priyonggo Suseno menambahkan, penetapan UMP hasil komunikasi dari perserikatan pekerja dan pengusaha atas rekomendasi dari akademisi.
"Jadi pertimbangan dari akademisi pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta tahun ini dibandingkan tahun lalu itu sedikit lebih membaik dan ditopang oleh pertumbuhan beberapa sektor seperti konstruksi yang semuanya itu tadi sudah disampaikan lebih banyak ditopang oleh proyek strategis nasional sehingga bersifat fluktuatif dan bisa dilanjutkan di tahun-tahun mendatang," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Banjir Merenggut Sawah dan Rumah, Mahasiswa Sumatera dan Aceh di Jogja Berjuang Bertahan Hidup
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
DIY Mulai Kering Kerontang, Bantuan Pusat Menunggu Status Darurat
-
Jelang HUT RI ke-81, Peternak DIY Gerah: Harga Telur Anjlok, Pakan Meroket
-
Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga
-
Cherrypop 2026 Siap Guncang Prambanan, Puluhan Musisi Lintas Generasi Meriahkan Repelita Musik
-
42 Kasus Kebakaran Tercatat hingga Juli 2026 di Kota Jogja, Warga Diminta Tak Bakar Sampah