- Periode libur 20 Desember 2025-4 Januari 2026, Sleman mencatat 833.436 wisatawan, naik 20,57% dari tahun sebelumnya.
- Mayoritas wisatawan adalah nusantara (99,31%), dengan tujuan utama wisata alam seperti Kaliadem dan Prambanan.
- Dampak ekonomi terlihat dari rata-rata belanja Rp853.510 per orang, menciptakan perputaran uang total Rp362,79 miliar.
SuaraJogja.id - Libur sekolah yang bertepatan dengan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mendongkrak pergerakan wisatawan di Kabupaten Sleman secara signifikan.
Selama periode pencatatan 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, jumlah wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi di Sleman tembus mencapai 833.436 orang.
"Bila dibandingkan dengan pergerakan wisatawan pada periode libur Natal 2024 dan tahun baru 2025 yang lalu terdapat kenaikan sebesar 20,57 persen," kata Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Edy Winarya, Kamis (8/1/2026).
Edy bilang hampir seluruh wisatawan tersebut merupakan wisatawan nusantara. Dari total kunjungan, sebanyak 99,31 persen atau 827.605 orang berasal dari dalam negeri.
Kemudian hampir 90 persen di antaranya datang dari berbagai wilayah di Pulau Jawa.
"Pergerakan wisatawan ini sangat didominasi wisatawan nusantara dan mayoritas berasal dari Pulau Jawa," ucapnya.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Sleman, kunjungan wisatawan terkonsentrasi pada sepuluh destinasi favorit. Sebanyak 97,51 persen wisatawan tercatat mengunjungi destinasi-destinasi unggulan tersebut.
Adapun tiga tujuan paling ramai yakni Kawasan Kaliadem sebesar 38,88 persen, Candi Prambanan 26,31 persen, dan Kawasan Kaliurang 16,37 persen.
Edy menjelaskan, wisata alam menyerap 56,34 persen kunjungan wisatawan selama libur panjang tersebut. Sementara wisata budaya dikunjungi 27,62 persen wisatawan dan sisanya memilih destinasi wisata buatan.
Baca Juga: Jadwal KRL Jogja-Solo Periode 6-11 Januari 2026 PP
Selain lonjakan kunjungan, dampak ekonomi juga terasa kuat. Rata-rata belanja wisatawan selama berada di Sleman tercatat sebesar Rp853.510 per orang.
Angka itu berada dalam rentang proyeksi Rp750.000 hingga Rp1.000.000. Pengeluaran terbesar wisatawan dialokasikan untuk akomodasi sebesar 30,45 persen, disusul kuliner 24,75 persen, serta belanja oleh-oleh 15,23 persen.
"Tiga kelompok belanja wisatawan terbesar adalah akomodasi 30,45 persen, kuliner 24,75 persen, dan oleh-oleh 15,23 persen," ungkapnya.
Selain itu, durasi lama tinggal wisatawan, kata Edy, berada pada target yang ditetapkan pemerintah daerah.
Rata-rata wisatawan menghabiskan waktu 1,53 hari di Sleman. Sesuai dengan proyeksi lama tinggal 1-2 hari selama periode libur sekolah dan Nataru.
Sektor perhotelan pun ikut terdongkrak. Rata-rata tingkat keterisian hotel, baik hotel bintang maupun non-bintang, selama periode pencatatan tercatat mencapai 72,5 persen.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Babak Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Jejak Digital Seret Tersangka Baru
-
Ancaman BBM Naik Akibat Perang, Kurir Paket dan Ojol di Yogyakarta Kian Terhimpit
-
UGM-Bank Mandiri Taspen Lanjutkan Kemitraan, Siapkan Talenta Muda dan Literasi Pensiun
-
BRI Umumkan Dividen Rp52,1 Triliun, Didukung Laba Rp56,65 Triliun
-
BRI Group Buka Pegadaian di Timor Leste, Perluas Layanan UMi