- Relokasi SDN Nglarang akibat Tol Jogja-Solo Seksi 2 telah menemukan titik terang setelah lahan pengganti disepakati bersama.
- Lahan relokasi baru telah sesuai perizinan dan ditetapkan berstatus Tanah Kas Desa (TKD) dengan luas sekitar 4.000 meter persegi.
- Site plan sedang direvisi berdasarkan masukan sekolah mengenai tata letak, dilanjutkan dengan pengukuran lahan sebelum konstruksi dimulai.
SuaraJogja.id - Relokasi SDN Nglarang yang terdampak Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction mulai menemukan titik terang. Hal itu menyusul lahan pengganti yang sudah disepakati.
Adapun pemindahan SDN Nglarang itu sebelumnya terganjal status lahan pengganti berupa Lahan Sawah Dilindungi (LSD) atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
"Jadi sesuai dengan keputusan yang difasilitasi oleh Pemkab Sleman, antara Jasa Marga dan Dinas Pendidikan, kemudian dari pihak desa, itu sudah disepakati sekarang untuk SD Nglarang itu relokasinya diganti tempatnya," kata Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Solo-Jogja Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto pada Rabu (14/1/2026).
Agung memastikan lahan relokasi yang baru sudah sesuai dengan perizinan. Lahan baru itu tetap berstatus Sultan Ground
"Berpindah tempatnya disesuaikan dengan tempat baru yang secara perizinan terpenuhi semuanya. Jadi memang peruntukannya bisa masuk untuk SD," tuturnya.
Disampaikan Agung, site plan relokasi SDN Nglarang sudah diselesaikan dan diverifikasi dengan pihak desa dan sekolah. Ada beberapa masukan yang diajukan dari verifikasi itu.
Kebanyakan memang tentang tata letak ruangan sekolah yang baru. Saat ini site plan tengah dilakukan revisi dan diserahkan ke Dispertaru Sleman.
"Ada berapa permintaan tentang mungkin tata letak ruangan yang lebih pas. Sekarang posisinya ada di Dispertaru Sleman siteplan-nya itu," ucapnya.
Agung bilang sembari menunggu pengurusan siteplan selesai, kontraktor pun mulai bergerak untuk melakukan pengukuran di lokasi relokasi. Termasuk survei dan pengukuran lahan serta menghitung elevasi lahan.
Baca Juga: Maling Anjing di Lereng Merapi Sleman Menyerahkan Diri, Kasus Berakhir Damai di Polsek
"Kalau pengukuran minggu ini sama minggu depan. Kami pastikan fix batas-batasnya [lahan]. Kemudian nanti kan kami juga ada semacam laporan dari internal kami tentang hasil itu," terangnya.
Mengenai kapan jadwal pengerjaan konstruksi bangunan sekolah baru, Agung mengatakan pembangunan dilakukan setelah administrasi tuntas.
"Ya kita secepatnya. Nanti tinggal setelah desainnya jadi semuanya itu nanti kan segera dilakukan konstruksi," tandasnya.
Terpisah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sleman, Agung Armawanta menuturkan bahwa status lahan yang dipilih saat ini masuk dalam Tanah Kas Desa (TKD). Lokasi lahan baru ini tidak berjarak jauh dari lokasi sekolah lama.
"Itu [luas lahan] kayaknya 4.000-an [meter persegi]," ucap Agung.
Ditegaskan Agung pemindahan lahan ke lokasi baru ini juga sudah dikonsultasikan ke pihak sekolah termasuk komite.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Duh! Nekat Gondol Gamelan di Kota Jogja, Polisi Tangkap Seorang Lansia Tuna Wisma
-
Niat Perkuat Modal Usaha Berujung Petaka, Nasabah BPR Danagung Jogja Diduga Tertipu hingga Bangkrut
-
ASN Jogja Jangan Coba-coba Keluyuran Saat WFH, Absen Kini Dipelototi Pakai GPS!
-
Awas! Balita Paling Rentan, Dinkes Kota Jogja Catat 110 Kasus Pneumonia Awal 2026