- Dispar Bantul menargetkan Pendapatan Asli Daerah pariwisata sebesar Rp29 miliar pada tahun 2026, lebih rendah dari target sebelumnya.
- Kepala Dispar Bantul menyatakan target tersebut realistis karena realisasi 2025 hanya Rp26 miliar akibat persaingan Gunungkidul.
- Bantul akan mempertahankan tarif retribusi masuk wisata tetap Rp15 ribu untuk menjaga daya saing wisatawan.
SuaraJogja.id - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memasang target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata sebesar Rp29 miliar untuk tahun 2026.
Angka ini, meskipun lebih tinggi dari realisasi tahun sebelumnya, menimbulkan pertanyaan mengingat target tahun 2025 yang jauh lebih ambisius.
Kepala Dispar Kabupaten Bantul, Saryadi, menjelaskan bahwa target Rp29 miliar ini dianggap lebih realistis di tengah dinamika persaingan pariwisata di DIY.
"Target PAD pariwisata tahun ini sebesar Rp29 miliar, kalau tahun kemarin (2025) kan realisasinya sebesar Rp26 miliar. Upayanya yang penting berjuang," kata Saryadi di Bantul, Rabu (21/1/2026).
Pernyataan ini menunjukkan optimisme yang hati-hati. Realisasi PAD pariwisata Bantul pada 2025 yang hanya mencapai Rp26 miliar, jauh di bawah target Rp49 miliar, menjadi pelajaran berharga dalam penetapan target 2026.
Penurunan target yang signifikan ini mengindikasikan adanya evaluasi mendalam terhadap potensi dan tantangan yang dihadapi sektor pariwisata Bantul.
Salah satu tantangan terbesar yang diakui oleh Saryadi adalah persaingan ketat dengan Kabupaten Gunungkidul.
"Lawannya kan Kabupaten Gunungkidul, di sana (Gunungkidul) destinasi wisata baru tumbuh, bahkan destinasi baru yang dikembangkan oleh swasta," ujarnya.
Gunungkidul memang dikenal agresif dalam mengembangkan destinasi wisata baru, terutama pantai-pantai eksotis dan objek wisata alam lainnya, yang kerap menarik perhatian wisatawan, termasuk dari luar daerah.
Baca Juga: Inden Sejak Bayi, SD Muhammadiyah Sapen Jadi Sekolah Paling Diincar di Yogyakarta
Kondisi ini menuntut Bantul untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanannya agar tidak tertinggal.
Untuk mencapai target Rp29 miliar, Pemkab Bantul berjanji akan memberikan pelayanan maksimal bagi wisatawan.
Upaya ini termasuk rutin mengadakan pentas kesenian dan hiburan di kawasan wisata. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan memberikan pengalaman lebih bagi pengunjung, sehingga mendorong mereka untuk kembali berkunjung atau merekomendasikan Bantul kepada orang lain.
Menariknya, di tengah upaya peningkatan PAD, pemerintah memastikan tidak akan menaikkan tarif retribusi masuk wisata pada tahun 2026. Tarif masuk pantai, misalnya, tetap Rp15 ribu per orang, sudah termasuk asuransi.
Keputusan ini diambil meskipun "Tarif segitu (Rp15 ribu) saja masih banyak diprotes," kata Saryadi. Ia menambahkan bahwa protes ini terbilang baru, mengingat kenaikan retribusi pada tahun 2024 tidak menuai banyak keluhan.
Saryadi juga meluruskan persepsi masyarakat mengenai kenaikan tarif. Menurutnya, tarif Rp15 ribu saat ini sebenarnya bukan kenaikan murni dari Rp10 ribu, melainkan kebijakan "satu tiket untuk semua objek".
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
-
Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
Terkini
-
Kunci Jawaban Sejarah Kelas 11 Halaman 128-130 Kurikulum Merdeka: Jepang Menyerang Indonesia
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 86 Kurikulum Merdeka: Memahami Teks Negosiasi
-
DIY Setop Kirim Sampah ke Piyungan, Yogyakarta Genjot Pengelolaan Organik Mandiri
-
Laga PSIM Yogyakarta vs Persebaya Dipastikan Tanpa Suporter Tamu
-
Pengamat Hukum UII: Keterangan Saksi Kemenparekraf Justru Meringankan Sri Purnomo