- Pemda DIY menguji coba kebijakan *car free day* di Kompleks Kepatihan sejak 23 Januari 2026, melarang kendaraan bermotor bagi seluruh ASN.
- ASN mencari alternatif transportasi seperti lari, sepeda listrik, atau transportasi umum karena adanya larangan kendaraan bermotor.
- Uji coba ini bertujuan mengurangi polusi dan meningkatkan aktivitas fisik ASN, dengan penyesuaian sistem presensi elektronik sebagai antisipasi.
Jika ke depan terjadi kelebihan kapasitas, Pemda DIY telah menyiapkan alternatif parkir tambahan, salah satunya di kawasan eks Terminal Abu Bakar Ali, tepatnya di area sekitar Kafe Menara Kopi.
Untuk mengantisipasi keterlambatan ASN akibat jarak parkir yang lebih jauh, Pemda DIY juga melakukan penyesuaian sistem presensi. Radius presensi elektronik (e-prima) diperluas dari 200 meter menjadi 700 meter.
"Jarak parkir Ketandan ke Kompleks Kepatihan sekitar 300 meter. Dengan radius presensi 700 meter, ASN tetap bisa presensi meskipun parkir di luar," tandasnya.
Menurutnya, kekhawatiran ASN terkait jarak tempuh berjalan kaki dan potensi keterlambatan kerja menjadi salah satu perhatian utama dalam uji coba ini.
Jika program ini berjalan lancar, frekuensinya akan ditingkatkan menjadi dua kali dalam sebulan, misalnya pada minggu kedua dan keempat.
Kebijakan tersebut saat ini masih diatur melalui Surat Edaran Sekda DIY. Ke depan, Pemda DIY berencana memperkuatnya melalui Keputusan Gubernur agar memiliki payung hukum yang lebih kuat, khususnya karena menyasar ASN.
Meski demikian, Pemda DIY tetap memberikan pengecualian bagi ASN lanjut usia, penyandang disabilitas, serta pegawai dengan kondisi kesehatan tertentu atau komorbid. Kelompok tersebut masih diperkenankan menggunakan kendaraan hingga area perkantoran.
"Dari hasil uji coba ini akan kami evaluasi. Nanti akan kami siapkan regulasi yang lebih permanen," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Harapan Baru dari Perbukitan Menoreh, Petani Patihombo Mantap Kembangkan Kopi Arabika
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
-
Jenderal Dudung Masuk Kabinet Prabowo Sore Ini? Daftar 6 Orang Reshuffle Menteri
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
Terkini
-
Pelaku Orang Terdekat, Kasus Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha Jadi Alarm Perlindungan Anak
-
Terungkap! 5 Fakta Mengerikan Kasus Kekerasan Berantai di Daycare Little Aresha Jogja
-
Neraka Berkedok Daycare di Jogja: Bayi Diikat, Lapar, dan Pulang Bawa Luka
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Pemkot Yogyakarta Bakal Sweeping Daycare Tak Berizin
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan