- 18 anggota Kelompok Tani Marsudi Rahayu menanam 2.000 bibit kopi Arabika di lahan dua hektare Perbukitan Menoreh.
- Petani beralih ke kopi Arabika sebagai alternatif usaha karena harga ternak kambing PE cenderung menurun.
- Pemerintah daerah mendukung revitalisasi kopi Menoreh untuk pasar ekspor dengan mendorong standarisasi satu merek bersama.
SuaraJogja.id - Masyarakat di Perbukitan Menoreh Kulon Progo memiliki harapan baru dari perkebunan kopi Arabika. Setidaknya ada 2.000 bibit kopi Arabika uang ditanam di lahan seluas dua hektare oleh 18 anggota aktif Kelompok Tani Marsudi Rahayu di Padukuhan Patihombo, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo.
Ketua Kelompok Tani Marsudi Rahayu, Theodolus Supino, menuturkan bahwa kelompok yang berdiri sejak 2005 ini lahir dari semangat kebersamaan untuk mencapai kesejahteraan.
Selama ini, warga Patihombo lebih banyak membudidayakan kopi robusta. Selain itu, mayoritas warga di sana juga beternak kambing PE.
Namun, fluktuasi harga ternak yang kian menurun mendorong petani mencari alternatif usaha yang lebih menjanjikan. Kopi arabika ini menjadi salah satu pilihannya.
"Kopi Arabika ini menjadi harapan baru kami," kaya Supino, Rabu (21/1/2026).
Diakui Supino, pihaknya sempat ragu dengan kondisi alam yang ada di wilayahnya. Mengingat perkebunan kopi memerlukan ketinggian tertentu untuk dapat dikembangkan.
"Awalnya ragu karena ketinggian wilayah, tetapi setelah ada pendampingan dan penegasan dari Kementerian Pertanian bahwa Arabika bisa dikembangkan di Kulon Progo, kami mantap beralih," ungkapnya.
Selain kopi, kelompok Marsudi Rahayu dikenal aktif mengembangkan peternakan kambing PE. Baik melalui usaha kelompok, sistem gaduh, maupun usaha mandiri.
Kelompok ini bahkan rutin mengikuti pelatihan, studi banding, serta lomba pertanian dan peternakan, dengan sejumlah prestasi hingga tingkat provinsi.
Baca Juga: Laga PSIM Yogyakarta vs Persebaya Dipastikan Tanpa Suporter Tamu
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, menegaskan bahwa revitalisasi kopi di Perbukitan Menoreh merupakan upaya bersama untuk menjaga keberlanjutan ekonomi rakyat.
Tahun ini, pemerintah daerah berhasil mengakses total 50 ribu bibit kopi dari pemerintah pusat, yang akan ditanam bertahap menggantikan tanaman kopi tua yang sudah kurang produktif.
"Kopi Menoreh ini kekuatan masyarakat. Ke depan, pasar ekspor akan Kita dorong dengan satu merek bersama, Kopi Menoreh, agar kualitas, rasa, dan pengolahannya seragam. Masyarakat tidak perlu ragu, kopi tetap menguntungkan," tegas Agung.
Sementara itu, Panewu Girimulyo R. Sukirno, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 berbagai fasilitasi pertanian telah diberikan kepada kelompok tani di Purwosari. Mulai dari peremajaan kopi Arabika, bantuan bibit, hingga dukungan di sektor peternakan dan ketahanan pangan.
"Kami berharap kopi Arabika ini tumbuh baik, berkualitas, dan ke depan pemasarannya tidak hanya lokal, tapi bisa menembus pasar nasional bahkan luar negeri," kata Sukirno.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir
-
11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY
-
Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata
-
Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi