- Populasi Elang Jawa diperkirakan tersisa 1.000 ekor di 74 hutan Pulau Jawa, statusnya kini hampir punah.
- Hilangnya habitat spesifik menjadi penyebab utama kepunahan, berdampak pada ketidakseimbangan ekosistem hutan.
- Solusinya meliputi penetapan area konservasi habitat, larangan berburu tegas, serta kolaborasi berbagai pihak terkait.
SuaraJogja.id - Populasi Elang jawa (Nisaetus bartelsi) saat ini berstatus hampir punah. Jumlahnya kini diperkirakan hanya tersisa 511 pasang atau kurang lebih 1.000 ekor yang hidup di 74 hutan di Pulau Jawa.
Dosen pemerhati satwa liar dari Fakultas Biologi UGM, Donan Satria Yudha, menilai keberadaan elang jawa yang kini mengalami status hampir punah disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu penyebab utamanya hilangnya habitat.
Pasalnya syarat lokasi habitat Elang jawa sangat spesifik, sehingga tidak semua area pegunungan atau perbukitan di Jawa memenuhi kriteria tersebut.
Habitat Elang jawa setidaknya memenuhi unsur hutan hujan tropis dengan heterogenitas tinggi serta adanya pohon menjulang tinggi (emergent tree).
"Area hutan memiliki potensi mangsa yang cukup seperti tikus, tupai, bajing, ayam hutan dan sebagainya, dan area hutan berada di pegunungan atau perbukitan dengan kemiringan lahan yang curam," kata Donan, Rabu (21/1/2026).
Kepunahan Elang Jawa akan berdampak pada berubahnya struktur komunitas dan kesehatan ekosistem di area tersebut.
Sebagai contoh, Elang Jawa memangsa bajing dan jelarang hitam, sementara itu bajing dan jelarang memakan buah-buahan dan biji-bijian di dalam hutan.
"Jika Elang Jawa punah maka bajing dan jelarang populasinya akan meledak dan menjadi banyak karena tidak dikontrol oleh pemangsanya. Ketika populasi bajing dan jelarang terlalu banyak, maka tumbuhan berbuah dan berbiji di hutan akan cepat habis sebelum regenerasi tumbuhan muncul," paparnya.
Over populasi dari salah satu satwa di hutan akan menyebabkan ketidak seimbangan ekosistem secara menyeluruh.
Baca Juga: Cekcok dengan Tetangga hingga Persoalan Warisan di Desa Masih Dominasi Masalah Hukum di DIY
"Daya dukung tumbuhan hutan terbatas, jadi populasi hewan yang didukung oleh tumbuhan harus terkontrol. Itulah contoh nyata keanekaragaman dan keseimbangan ekosistem yang terganggu," paparnya.
Untuk mengatasi permasalahan menurunnya populasi Elang Jawa tersebut, disampaikan Donna perlu adanya area konservasi habitat Elang Jawa. Terkhusus pada area bersarang, wilayah jelajah dan area berburu elang yang harus dilindungi oleh Pemerintah.
Upaya konservasi lain dengan cara memperluas area konservasi elang jawa yang sudah ada, atau membuat kawasan perlindungan baru di sekitar kawasan perlindungan. Bentuk konservasi habitat bisa berupa Taman Nasional atau Cagar Alam.
Disamping itu, pemangku kepentingan juga berkolaborasi dengan berbagai pihak yaitu antara pemerintah dengan akademisi dan peneliti, NGO, swasta dan masyarakat.
"Penerapan larangan berburu dengan hukuman yang berat dan jelas perlu sosialisasi disamping melakukan rehabilitasi dan pelepasliaran elang jawa," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Polisi Rekonstruksi Kasus Little Aresha, Orang Tua Minta 13 Tersangka Dihukum Berat
-
Tekanan Ekonomi Meningkat, Pemkot Yogyakarta Didorong Luncurkan KUR Daerah Bunga Hingga Nol Persen
-
Duh! Gara-gara Nilai Rupiah Anjlok, Target Pembangunan Infrastruktur DIY Terancam Meleset
-
MBG Bakal Libatkan Kantin Sekolah, Pemda DIY Minta Skema Kerja Sama Dibuat Jelas
-
Nasib Anak Difabel DIY Masih Bergantung Bantuan Luar Negeri, Alat Bantu Pun Tak Ditanggung BPJS