- Sidang pemeriksaan terdakwa kasus perusakan Mapolda DIY pada 27 Januari 2026, mahasiswa UNY, Perdana Arie Variasa (PA), mengakui membakar tenda polisi.
- Terdakwa mengaku menggunakan piloks dan korek api yang didapat dari orang tak dikenal setelah dua kali percobaan pembakaran.
- Motivasi utama PA adalah terbawa emosi massa dan keputusasaan atas akuntabilitas negara, namun ia bertekad berjuang tanpa melanggar hukum.
Terbawa Emosi Massa
Soal motif di balik tindakan nekat tersebut, terdakwa PA berdalih tindakannya impulsif. Ia terpengaruh psikologi massa yang saat itu meneriakkan berbagai provokasi termasuk untuk merobohkan dan membakar fasilitas.
"Dapat dibilang karena saya sudah terbawa (emosi) oleh massa yang sudah melakukan tindakan anarkis," ungkapnya.
Meski mengakui membakar tenda, PA tak mengetahui secara detail terkait insiden mobil yang turut terbakar di lokasi kejadian.
Ia hanya mengaku sempat melihat massa mendorong dan membalikkan mobil mendekati tenda. Namun terdakwa PA menegaskan tidak melihat proses pembakaran mobil tersebut secara langsung.
"Tujuan saya membakar pada saat itu untuk ikut-ikutan dengan massa yang sudah merobohkan gerbang dan juga melempar-melempari ke arah gedung Polda sebelah utara. Serta ada juga yang memprovokasi dengan teriakan untuk membakar itu," paparnya
Massa Berbaju Hitam dan Penutup Wajah
Terdakwa turut memberikan gambaran mengenai situasi massa saat kejadian. Ia membedakan antara massa konsolidasi di UII Cik Di Tiro dengan massa yang datang dari arah Barat saat di lokasi kejadian.
Ia mengakui pula penutup wajah yang digunakan saat aksi pembakaran tersebut.
Baca Juga: Kawal Kasus Hogi, JPW Singgung Aturan KUHAP Baru dan Batas Waktu SKP2
Terkait penutup wajah yang dikenakannya sendiri, PA bilang hal itu tersebut sudah dibawanya dari rumah dan dipakai sejak berangkat dari titik kumpul.
"Dibawa (penutup wajah). Saya mulai pakai ketika akan berangkat ke UII Cik Di Tiro," tandasnya.
Kepada majelis hakim, ia berterus terang bahwa tujuannya adalah untuk menutupi identitas dari aparat kepolisian.
Motivasi di Balik Aksi
Dalam persidangan ini, terdakwa pun mengatakan sudah sering turun ke jalan untuk aksi. Ia bilang keikutsertaannya dalam aksi demonstrasi sudah melebihi 10 kali.
Ketika ditanya majelis hakim mengenai motivasi yang mendorongnya turun ke jalan hingga berujung pada insiden di Mapolda DIY, terdakwa PA tidak berbicara tentang perusakan, melainkan tentang keputusasaan terhadap akuntabilitas negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana
-
Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, BRI DPLK Kini Lebih Praktis Dibuka lewat BRImo
-
Duh! Gunungkidul Sampai Ajukan Tambahan Stok BBM, Pemda DIY Lakukan Efisiensi Transportasi
-
Purbaya Dicopot, DPRD DIY Tantang Menkeu Baru Batalkan Seluruh Pemangkasan Anggaran Daerah
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius