- Artikel ini membahas Teori Kuantitas Uang Fisher (M x V = P x T) untuk siswa Ekonomi kelas 11 Kurikulum Merdeka.
- Aktivitas siswa fokus pada analisis peningkatan permintaan uang tunai menjelang Idul Fitri dan penerapannya.
- Kunci jawaban disajikan untuk membantu siswa memahami perhitungan jumlah uang beredar berdasarkan rumus Fisher.
Jawaban:
Selain Tunjangan Hari Raya (THR), faktor lain yang menyebabkan kenaikan permintaan uang tunai adalah kebiasaan mudik dan membeli kebutuhan lebaran. Pada saat-saat seperti ini, masyarakat cenderung mengeluarkan lebih banyak uang untuk memenuhi kebutuhan, yang menyebabkan peredaran uang menjadi lebih tinggi. Dalam konteks ini, jumlah uang yang beredar juga ikut meningkat untuk memenuhi permintaan transaksi tersebut.
2) Teori Kuantitas Uang (Irving Fisher): M x V = P x T
Teori Kuantitas Uang Fisher yang berbunyi M x V = P x T menjelaskan hubungan antara jumlah uang yang beredar, kecepatan peredaran uang, tingkat harga, dan jumlah transaksi dalam perekonomian. Untuk memahami lebih lanjut, mari kita lihat soal berikut:
Pertanyaan:
Dalam suatu transaksi ekonomi, dengan tingkat harga sebesar Rp1.000.000,00 dan barang yang terjual sebanyak 100 unit, diketahui bahwa kecepatan peredaran uang sebanyak 10 kali. Tentukanlah jumlah uang yang beredar berdasarkan transaksi tersebut!
Jawaban:
Diketahui:
P (harga) = Rp1.000.000
T (jumlah barang yang terjual) = 100
V (kecepatan peredaran uang) = 10
Ditanya: M (jumlah uang yang beredar)?
Baca Juga: 7 Rumus Tabung Terlengkap Beserta Contoh Soal dan Jawabannya
Penyelesaian:
Rumus Teori Kuantitas Uang Fisher adalah:
M×V=P×TMaka, untuk mencari jumlah uang yang beredar (M), kita menggunakan rumus berikut:
M=VP×TSubstitusi nilai yang diketahui:
M=101.000.000×100=10.000.000Jadi, jumlah uang yang beredar adalah Rp10.000.000.
Artikel ini ditujukan untuk orang tua yang ingin memandu anak dalam proses belajar. Sebelum melihat kunci jawaban, disarankan agar siswa terlebih dahulu mencoba soal tersebut secara mandiri. Artikel ini dapat digunakan untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bentangkan Merah Putih 1.000 Meter, Serukan Rakyat Masih Bersatu di Tengah Persoalan Bangsa
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Perkuat UMKM Desa Brilian melalui Pendampingan Berkelanjutan
-
Perusakan Makam Mertua Seniman Djaduk Berakhir Damai, Polisi Ungkap Alasan Juru Kunci
-
Prabowo Rombak Buku Pelajaran karena Font Kekecilan, Dewan Pendidikan DIY Sebut Tak Urgen
-
Makam Mertua Seniman Djaduk Ferianto di Yogya Dirusak, Regulasi dan Status Lahan Dipertanyakan