- Dukuh Sempon Wetan, Wahyu Ristanto (25), meninggal pasca menyelamatkan dua mahasiswi KKN di Sungai Ngreneng, Gunungkidul, Rabu (18/2/2026).
- Dua mahasiswi terseret arus sungai saat berenang setelah kegiatan survei, memicu respons cepat dari Wahyu.
- Korban ditemukan di dasar sungai setelah penutup bendungan dibuka, namun dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
SuaraJogja.id - Sebuah aksi keberanian yang seharusnya menjadi kisah penyelamatan berakhir dengan duka mendalam. Dukuh Sempon Wetan, Wahyu Ristanto (25), meninggal dunia setelah berhasil menyelamatkan dua mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang hanyut di Sungai Ngreneng, Padukuhan Wediutah, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu, Gunungkidul, Rabu (18/2/2026).
Peristiwa ini terjadi di tengah aktivitas survei mahasiswa di lokasi sungai. Keputusan spontan Wahyu untuk terjun menolong menjadi bukti keberanian dan kepedulian terhadap keselamatan orang lain, meskipun akhirnya harus dibayar dengan nyawanya sendiri.
Berikut enam fakta penting di balik peristiwa heroik yang mengundang duka tersebut.
1. Berawal dari Kegiatan Survei Mahasiswa KKN di Sungai Ngreneng
Peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 12.00 WIB saat Wahyu Ristanto bersama beberapa mahasiswa KKN melakukan survei di kawasan Sungai Ngreneng. Sebagai dukuh setempat, Wahyu memiliki pengetahuan tentang kondisi medan dan lokasi, sehingga turut mendampingi mahasiswa dalam kegiatan tersebut.
Setelah survei selesai, mahasiswa lain kemudian datang untuk berkumpul di lokasi yang sama. Situasi awal berlangsung normal, tanpa tanda-tanda bahaya yang mengancam.
Sungai Ngreneng yang dikenal memiliki aliran air yang cukup tenang pada waktu tertentu menjadi lokasi aktivitas mahasiswa tersebut.
2. Aktivitas Berenang Berubah Menjadi Situasi Darurat
Usai kegiatan survei, sebagian mahasiswa memutuskan untuk berenang di sungai. Namun situasi berubah drastis sekitar pukul 12.20 WIB ketika dua mahasiswi tiba-tiba terseret arus sungai.
Baca Juga: Gunungkidul Genjot Pendidikan: Bupati Siapkan 'Dukungan Penuh' untuk Guru
Keduanya mengalami kesulitan mengendalikan diri dan mulai tenggelam. Kondisi tersebut memicu kepanikan di antara mahasiswa lain yang berada di lokasi.
Arus sungai yang tidak terduga menjadi faktor utama yang menyebabkan kedua mahasiswi kehilangan kendali saat berenang. Dalam situasi darurat tersebut, setiap detik menjadi sangat menentukan.
3. Wahyu Ristanto Langsung Terjun untuk Menyelamatkan Korban
Melihat dua mahasiswi tenggelam, Wahyu Ristanto segera mengambil tindakan tanpa ragu. Ia langsung terjun ke sungai untuk memberikan pertolongan.
Sebagai warga yang memahami kondisi sungai, Wahyu berupaya mencapai posisi kedua mahasiswi yang terseret arus. Upaya tersebut berhasil.
Kedua mahasiswi berhasil diselamatkan dari ancaman tenggelam. Tindakan cepat Wahyu menjadi faktor utama yang menyelamatkan nyawa keduanya. Keputusan spontan tersebut mencerminkan keberanian dan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap keselamatan orang lain.
4. Setelah Berhasil Menolong, Wahyu Justru Tenggelam
Meski berhasil menyelamatkan dua mahasiswi, situasi tragis justru menimpa Wahyu sendiri. Setelah proses penyelamatan, Wahyu tidak kembali ke permukaan.
Ia tenggelam di dasar sungai dan tidak terlihat oleh mahasiswa maupun warga yang berada di sekitar lokasi.
Peristiwa tersebut mengejutkan semua orang yang menyaksikan kejadian itu. Mahasiswa yang berada di lokasi langsung berusaha mencari bantuan.
Sebagian mahasiswa berlari ke pemukiman warga untuk meminta pertolongan, sementara yang lain melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Situasi yang awalnya menjadi momen penyelamatan berubah menjadi operasi pencarian korban.
5. Korban Ditemukan Setelah Bendungan Dibuka
Proses pencarian melibatkan mahasiswa, warga, dan aparat kepolisian. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka penutup bendungan untuk mengurangi debit air sungai.
Setelah air surut, korban akhirnya ditemukan di sisi timur bendungan. Posisi korban berada di dasar sungai.
Korban kemudian dievakuasi dari lokasi dan segera dibawa ke darat. Petugas medis yang datang ke lokasi langsung memberikan penanganan dan membawa korban ke Rumah Sakit Pelita Husada di Semanu. Evakuasi berlangsung cepat dengan harapan korban masih bisa diselamatkan.
6. Korban Dinyatakan Meninggal Dunia di Rumah Sakit
Setelah dibawa ke rumah sakit, tim medis melakukan pemeriksaan terhadap Wahyu Ristanto. Namun hasil pemeriksaan menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.
Keterangan dari pihak medis memastikan bahwa korban tidak dapat diselamatkan.
Kabar duka ini segera menyebar dan meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, warga, dan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Aksi heroik Wahyu menjadi bukti nyata keberanian seorang pemimpin wilayah yang rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan orang lain.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting tentang risiko aktivitas di kawasan perairan alami. Meskipun terlihat tenang, sungai tetap memiliki potensi bahaya, terutama bagi mereka yang tidak sepenuhnya memahami kondisi arus dan kedalaman.
Kapolsek Semanu, AKP Pudjijono, mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di alam terbuka, terutama di area sungai dan perairan.
Kondisi cuaca yang tidak menentu juga dapat memengaruhi arus sungai secara tiba-tiba.
Keberanian Wahyu Ristanto akan selalu dikenang sebagai tindakan heroik yang menyelamatkan dua nyawa. Pengorbanannya menjadi simbol kepedulian dan keberanian yang luar biasa.
Peristiwa ini tidak hanya menjadi tragedi, tetapi juga kisah tentang pengorbanan, kemanusiaan, dan keberanian yang patut dikenang.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
Terkini
-
Kecam Teror Terhadap Ketua BEM UGM, KIKA: Serangan Nyata pada Kebebasan Akademik
-
Diteror Isu LGBT hingga Ancaman Penculikan, Ketua BEM UGM Buka-bukaan: Ibu Saya Sampai Ketakutan!
-
Jadwal Imsakiyah Jogja 19 Februari 2026: Waktu Imsak dan Subuh Tepat untuk Awali Puasa!
-
Daftar Harga iPhone 14 Terbaru Februari 2026 di Indonesia
-
Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik