- Stok BBM nasional disebut 20 hari konsumsi pasca penutupan Selat Hormuz, namun Pertamina menjamin pasokan aman.
- Angka 20 hari mengindikasikan ketahanan stok dinamis, mampu menutupi konsumsi hingga 20 kali lipat dari rata-rata normal.
- Pertamina antisipasi lonjakan konsumsi Lebaran 18% di Jateng/DIY dengan skema pengamanan distribusi berkelanjutan.
SuaraJogja.id - Stok bahan bakar minyak (BBM) nasional disebut tinggal 20 hari konsumsi pasca penutupan Selat Hormuz, Iran. Namun Pertamina memastikan masyarakat tidak perlu khawatir, terutama menjelang arus mudik Lebaran.
"Pertamina menjamin pasokan energi di DIY aman," ujar Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan, Kamis (5/3/2026).
Menurut Taufiq, stok 20 hari merujuk pada kemampuan stok nasional dalam memenuhi kebutuhan konsumsi dalam kondisi normal. Namun angka tersebut perlu dipahami sebagai sistem pengelolaan stok yang dinamis dan bukan berarti persediaan akan habis dalam 20 hari.
Stok BBM yang disebut setara 20 hari konsumsi sebenarnya menunjukkan tingkat ketahanan stok yang disiapkan dalam sistem distribusi energi nasional.
"Cara membacanya adalah stok pada hari ini bisa bertahan hingga 20 kali lipat dari konsumsi normal. Misalnya konsumsi BBM di Jogja itu 10, kemudian stoknya 200. Artinya, kalau konsumsi melonjak hingga 20 kali lipat pun kita masih bisa menanggulangi karena stoknya tersedia," jelasnya.
Stok tersebut, lanjutnya juga terus diperbarui setiap hari melalui mekanisme distribusi dan pengisian ulang dari kilang maupun terminal BBM. Dengan demikian, pasokan tidak hanya mengandalkan stok yang tersedia saat ini tetapi juga suplai yang terus masuk secara berkelanjutan.
"Barang keluar masuk setiap hari. Jadi stok itu kita jaga tetap di kisaran yang aman, sekitar 20 kali lipat konsumsi normal. Sistem ini berjalan terus menerus sampai akhir tahun," jelasnya.
Taufiq menambahkan, Pertamina juga memastikan kesiapan menghadapi lonjakan konsumsi saat Lebaran. Periode ini biasanya diikuti peningkatan mobilitas masyarakat serta tingginya kebutuhan energi, terutama di wilayah tujuan mudik seperti DIY.
Diperkirakan konsumsi energi masyarakat di Jateng dan DIY meningkat hingga 18 persen paa Lebaran nanti. Untuk konsumsi BBM jenis gasoline seperti Pertalite dan Pertamax Series diperkirakan naik 18 persen dari rata-rata normal harian 1.798 kiloliter menjadi 2.127 kiloliter per hari.
Baca Juga: Minimalisir Kasus Keracunan MBG, DIY Kembangkan Sistem Teknologi Simetris Berbasis AI dan IoT
Sedangkan konsumsi gasoil diprediksi turun 6 persen dari 1.280 kiloliter menjadi 1.178 kiloliter per hari. Penurunan ini dipengaruhi pembatasan operasional kendaraan berat selama periode mudik dan arus balik.
Terlebih DIY sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi favorit pemudik dan wisatawan saat libur Lebaran. Kondisi ini biasanya membuat konsumsi BBM meningkat signifikan.
Peningkatan konsumsi terutama untuk jenis bensin dan solar di jalur-jalur utama serta kawasan wisata. Karenanya Pertamina menyiapkan langkah antisipasi agar distribusi energi tetap lancar selama periode tersebut.
Selain menjaga ketersediaan stok di terminal BBM, Pertamina juga menyiapkan berbagai skema pengamanan distribusi. Di antaranya peningkatan pengawasan distribusi, penambahan armada pengangkut hingga kesiapan fasilitas pengisian di jalur mudik.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan BBM di lapangan, terutama pada titik-titik dengan potensi lonjakan konsumsi tinggi seperti rest area, jalur utama mudik, dan kawasan wisata.
Pertamina juga berencana menyampaikan secara khusus kesiapan pasokan energi menjelang Lebaran dalam agenda tersendiri. Kebijakan ini rutin dilakukan setiap tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
Terkini
-
Stok BBM Nasional Disebut Hanya 20 Hari, Pertamina Pastikan Pasokan di DIY Aman Jelang Lebaran
-
Tol Jogja-Solo Ruas Prambanan-Purwomartani Fungsional Mulai 16 Maret, Simak Skemanya
-
Catat! Ini Daftar Titik Rawan Longsor dan Pohon Tumbang saat Mudik ke Yogyakarta
-
BRI Pecah Rekor, Kinerja Transaction Banking Meroket hingga Desember 2025
-
Sleman Dikepung Pohon Tumbang dan Kerusakan Rumah Akibat Angin Kencang