- Fendi, bocah 9 tahun dari Gunungkidul, terpaksa merawat orang tua sakit dan meninggalkan sekolah demi tanggung jawab keluarga.
- Pemkab Gunungkidul merespons viralitas kasus ini dengan intervensi terstruktur meliputi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi keluarga.
- Bupati Gunungkidul menegaskan pengembalian Fendi sekolah serta menjamin perawatan medis orang tua dan bantuan sosial bagi keluarga.
SuaraJogja.id - Selama beberapa tahun terakhir, ruang kelas bagi Fendi bukan lagi gedung sekolah. Melainkan kamar sempit tempat bocah berusia 9 tahun itu merawat ibunya yang lumpuh akibat stroke dan kehilangan penglihatan.
Bocah asal Dukuh Jeruken, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, ini terpaksa menanggalkan seragamnya demi menjadi tulang punggung domestik.
Sebuah beban berat yang kian menyesakkan setelah ayahnya pun mulai mengalami gangguan penglihatan setahun belakangan.
Kondisi pilu yang dialami Fendi itu sempat viral di media sosial. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul pun akhirnya turun tangan merespons hal ini
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih yang hadir langsung ke kediaman Fendi menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil tanggung jawab penuh secara terstruktur untuk memulihkan masa depan keluarga tersebut.
Intervensi Lintas Sektoral
Disampaikan Endah, rencana penyelamatan keluarga ini dirancang tidak hanya untuk memberi bantuan sesaat. Namun menyentuh akar permasalahan pendidikan dan kesehatan mereka.
Untuk urusan sekolah, Fendi akan segera dikembalikan ke bangku pendidikan melalui pendampingan khusus dari Kemenag.
"Untuk urusan pendidikan Fendi akan diselesaikan oleh Kemenag melalui pendekatan emosional yang baik, mengingat Fendi menempuh jenjang pendidikan di madrasah," kata Endah dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (16/3/2026).
Baca Juga: Kantor Bank BPD DIY Wirobrajan Terbakar, Enam Motor Inventaris Ludes Dilalap Api
Sementara itu, sang kakak yang merupakan siswa SMP Negeri 2 Panggang kini statusnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan.
"Anak-anak ini wajib untuk sekolah dan ditanggung oleh negara," tegas Bupati.
Dari sisi pemulihan fisik, Dinas Kesehatan telah bergerak cepat mengoordinasikan hasil pemeriksaan laboratorium kedua orang tua Fendi.
Sementara itu dari sisi kesehatan, Pemkab Gunungkidul berencana menggandeng Rumah Sakit Mata Yap untuk melakukan intervensi medis yang lebih serius. Seperti operasi katarak atau glaukoma, demi mengupayakan kembali penglihatan mereka.
Tak berhenti di situ, sisi ekonomi keluarga turut menjadi perhatian utama.
Untuk menjaga keberlangsungan hidup keluarga, Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) telah diberi mandat untuk mendiskusikan modal usaha bagi putra pertama keluarga tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Sambut Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko BRImo di Tol JakartaJawa
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Antrean KA Bandara di Stasiun Jogja Membludak, Angkut 637 Ribu Pemudik
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Logika Uang Pengganti Dipersoalkan Ahli, Sri Purnomo Disebut Tak Menikmati Dana Hibah