- Praka Farizal Romadhon gugur saat misi perdamaian di Lebanon; keluarga di Kulon Progo menanti kepulangan jenazah.
- Ayah almarhum terakhir berkomunikasi sehari sebelum kejadian, percakapan singkat tanpa firasat perpisahan.
- Kodim Kulon Progo berkoordinasi dengan PMPP TNI, memastikan jenazah dimakamkan di Kulon Progo sesuai permintaan keluarga.
SuaraJogja.id - Duka mendalam menyelimuti keluarga Praka Farizal Romadhon, prajurit TNI kebanggaan Kulon Progo, yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
Di tengah kesedihan yang tak terhingga, keluarga kini hanya bisa menanti dengan pilu kepastian kepulangan jenazah sang pahlawan ke tanah air. Ketidakpastian waktu tiba jenazah menambah beban berat bagi Senam, ayah almarhum, yang masih terguncang oleh kabar duka tersebut.
"Mboten ngertos (tidak tahu jenazah tiba)," ucap Senam lirih, dengan tatapan kosong saat ditemui di kediamannya, Senin malam (30/3/2026).
Nada suaranya yang parau menggambarkan betapa hancurnya hati seorang ayah yang kehilangan putranya. Ketidakjelasan informasi mengenai jadwal kepulangan jenazah Praka Farizal menjadi pukulan telak bagi keluarga yang sangat merindukan kehadiran terakhir sang anak.
Senam mengenang komunikasi terakhirnya dengan Farizal, yang terjadi sehari sebelum tragedi nahas itu. Sebuah percakapan singkat pada sore hari setelah Maghrib, tanpa pesan khusus yang mengisyaratkan perpisahan abadi.
"Wingi sonten, bar maghrib, wingi sonten. Sakderenge niku, bar niku mboten kenging (kemarin sore setelah maghrib, sebelum kejadian, setelah itu tidak bisa dihubungi)," kenangnya.
"Mboten (tidak) menyampaikan apa-apa, 'sinyalmu elek (jelek) yo pak' mung ngeten niku njuk sampun (cuma begitu sudah)," lanjut Senam, mengulang kata-kata terakhir putranya yang kini terasa begitu menyakitkan.
Di sisi lain, Komandan Kodim (Dandim) 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, memastikan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI.
Proses administrasi dan prosedur pemulangan jenazah dari Lebanon memang memakan waktu dan melibatkan banyak pihak di tingkat pusat.
"Nanti, kami masih berkomunikasi dengan pihak PMPP TNI terkait dengan pemulangan almarhum. Jadi saat ini masih tahap menunggu, mudah-mudahan lusa sudah bisa sampai tanah air," kata Dyan, memberikan sedikit harapan di tengah penantian panjang keluarga.
Dandim menegaskan komitmen jajaran Kodim 0731/Kulon Progo untuk terus memantau setiap perkembangan informasi mengenai pergerakan jenazah. Hal ini dilakukan demi memastikan bahwa penyambutan dan prosesi pemakaman di kampung halaman dapat berjalan lancar dan sesuai dengan rencana.
"Tapi kami tetap monitor terkait dengan pemulangan almarhum nantinya," tegasnya. Kehadiran dan dukungan dari institusi TNI menjadi sandaran bagi keluarga yang sedang berduka.
Keputusan final mengenai lokasi pemakaman juga telah diambil. Jenazah Praka Farizal Romadhon akan dibawa dan dimakamkan di wilayah Kulon Progo, sesuai dengan permintaan langsung dari pihak keluarga.
"Insya Allah akan dibawa kemarin karena permintaan dari keluarga jenazah mau dimakamkan di sini," ungkap Dyan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Diisukan Sakit dan Berobat ke Luar Negeri, Sri Sultan HB X: Saya Hanya Rutin Check Up
-
Mafia Tanah Kas Desa di DIY Menggila, Sultan HB X: Saya Sendiri yang Meminta Mereka Diproses Hukum!
-
Mengembalikan TNI ke Fungsi Pertahanan melalui Perspektif Hubungan Sipil-Militer Huntington
-
Yogyakarta untuk Indonesia: AVMS Indonesia Dirikan Yayasan untuk Lindungi Hak Model
-
Unik! Mahasiswa UGM Ciptakan Camilan untuk Bantu Cegah Gangguan Kecemasan