- Praka Farizal Rhomadhon, prajurit Brigif 25/Siwah asal Kulon Progo, dikenal sebagai sosok berdedikasi tinggi dan sangat disiplin.
- Almarhum menjabat sebagai personel Provos serta sukses menyelesaikan penugasan di wilayah konflik Papua sebelum berangkat ke Lebanon.
- Keberangkatan almarhum ke Lebanon sebagai pasukan perdamaian PBB merupakan hasil seleksi ketat berkat prestasi dan kualitas personalnya.
SuaraJogja.id - Kepergian almarhum Praka Farizal Rhomadhon tak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga tercinta. Sosok prajurit asli Kulon Progo ini turut memberi kesan bagi keluarga besar TNI, khususnya di lingkungan Brigade Infanteri (Brigif) 25/Siwah, Aceh, tempatnya bertugas.
Komandan Brigif 25/Siwah, Kolonel Inf. Dimar Bahtera, mengungkapkan bahwa almarhum merupakan prajurit yang memiliki kualitas personal dan kedisplinan luar biasa selama bertugas.
"Almarhum ini sosok yang luar biasa," kata Dimar di rumah duka, Lendah, Kulon Progo, Selasa (31/3/2026).
Kedekatan emosional berasal dari daerah yang sama membuat Dimar mengenal baik karakter Praka Farizal.
Almarhum dikenal sebagai figur yang tidak hanya dihormati oleh rekan sejawat dan bawahannya, tetapi juga mendapatkan apresiasi tinggi dari para atasan di satuannya.
"Jadi saya dekat dengan beliaunya. Jadi almarhum ini sosok yang luar biasa menjadi panutan bagi adik-adiknya. Termasuk juga kita yang seniornya pun, atasan pun kita sangat menghargai dia," ungkapnya.
Kepercayaan pimpinan terhadap Praka Farizal terbukti dengan penempatannya di posisi strategis dalam struktur internal satuan. Almarhum dipercaya mengemban amanah sebagai personel Provos, sebuah unit yang menuntut standar moral dan kedisiplinan di atas rata-rata prajurit biasa.
"Bahkan kita sering titipkan kepada dia bagaimana untuk selalu membimbing adik-adiknya. Jadi memang dia juga menjabat sebagai Provos," ujarnya.
"Provos itu adalah personil yang memiliki dedikasi, kedisiplinan yang lebih dibandingkan dengan prajurit lainnya. Jadi memang luar biasa," imbuhnya.
Selain dikenal disiplin di dalam barak, rekam jejak penugasan Praka Farizal tak kalah cemerlang. Sebelum berangkat ke Lebanon, ia tercatat telah menuntaskan penugasan di wilayah konflik dalam negeri dengan hasil yang membanggakan.
"Ya, yang bersangkutan sebelum tugas luar negeri sudah menyelesaikan tugas dalam negeri dulu, di Papua kemarin dan berhasil," tuturnya.
Keberangkatan Praka Farizal ke Lebanon sebagai bagian dari pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras dan prestasi.
"Kemudian ada rekrutmen penugasan ke Lebanon melalui seleksi yang cukup panjang dan almarhum lolos dengan ya hasil yang bagus sehingga mendapatkan hak untuk berangkat tugas ke luar negeri," tandasnya.
Hingga saat ini proses pemulangan jenazah Praka Farizal masih berlangsung di Lebanon. Belum dapat dipastikan kapan jenazah dapat tiba di kampung halamannya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Diisukan Sakit dan Berobat ke Luar Negeri, Sri Sultan HB X: Saya Hanya Rutin Check Up
-
Mafia Tanah Kas Desa di DIY Menggila, Sultan HB X: Saya Sendiri yang Meminta Mereka Diproses Hukum!
-
Mengembalikan TNI ke Fungsi Pertahanan melalui Perspektif Hubungan Sipil-Militer Huntington
-
Yogyakarta untuk Indonesia: AVMS Indonesia Dirikan Yayasan untuk Lindungi Hak Model
-
Unik! Mahasiswa UGM Ciptakan Camilan untuk Bantu Cegah Gangguan Kecemasan