- Hujan dan angin kencang menyebabkan tanah longsor di Pakem, Cangkringan, serta Tempel, Kabupaten Sleman pada Selasa sore.
- Bencana tersebut merusak infrastruktur umum dan menutup akses jalan warga di beberapa titik lokasi terdampak longsor.
- BPBD Sleman melaporkan tidak ada korban jiwa dan terus melakukan pembersihan material serta koordinasi pemulihan lokasi.
SuaraJogja.id - Hujan dengan intensitas sedang yang disertai angin kencang melanda sebagian wilayah Kabupaten Sleman pada Selasa (14/4/2026) sore. Kondisi cuaca ekstrem tersebut memicu terjadinya bencana tanah longsor di beberapa titik yang tersebar di tiga wilayah kapanewon, yakni Pakem, Cangkringan, dan Tempel.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Haris Martapa, menuturkan bahwa cuaca buruk tersebut berdampak langsung pada stabilitas tanah di area lereng dan pinggiran sungai. Berdasarkan data yang dihimpun hingga pukul 18.00 WIB, sejumlah infrastruktur umum mengalami kerusakan.
"Hujan Sedang yang disertai angin kencang di Kabupaten Sleman mengakibatkan beberapa titik longsor," kata Haris dalam keterangan resminya, Selasa malam.
Di Kapanewon Pakem, kerusakan dilaporkan terjadi pada talud lapangan Cemoroharjo, Candibinangun, serta talud jalan di wilayah Randu, Hargobinangun.
Material longsoran di kedua titik tersebut sempat mengganggu mobilitas pengguna jalan karena menutupi sebagian akses utama warga setempat.
"Kemudian ada longsor menutup akses jalan masuk Padukuhan Pentingsari Umbulharjo Cangkringan," ucapnya.
Sementara itu, di Kapanewon Tempel, ancaman longsor muncul dari tebing sungai yang berada di Bulan, Banyurejo. Tebing tersebut dilaporkan tergerus aliran air yang deras.
Sehingga dikhawatirkan akan merobohkan pohon beringin besar di atasnya yang berpotensi membahayakan keselamatan warga di sekitar bantaran sungai.
"Tebing sungai di Bulan Banyurejo Tempel longsor tergerus air, beresiko menyebabkan pohon beringain di atasnya roboh dan membahayakan warga," ungkapnya.
Baca Juga: Diduga Salah Sasaran, Pelajar Tewas Kena Lemparan Batu di Seyegan Sleman
Menanggapi rentetan kejadian tersebut, tim reaksi cepat BPBD Sleman bersama pemerintah kalurahan dan warga setempat langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pembersihan material. Haris menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan akses jalan yang terputus.
"Asesment data dampak kejadian, koordinasi dengan pihak terkait, pembersihan material longsor," imbuhnya.
Hingga laporan terakhir diterima, BPBD Sleman memastikan tidak ada korban jiwa dalam seluruh rangkaian insiden tersebut. Namun, masyarakat diminta tetap waspada mengingat data kerusakan masih bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi cuaca di lapangan.
"Nihil korban jiwa. Data masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai kondisi di lapangan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Soroti UU Konservasi dan RUU Masyarakat Adat, Forum PCS 2026 Digelar di UGM
-
Konservasi Indonesia Dinilai Masih Negara-Sentris, PCS 2026 Dorong Perubahan Paradigma
-
Difabel Harus Kesulitan Masuk Malioboro, Pemda Bongkar Desain Regol Ayom
-
PTN Borong Kuota Maba, Kampus Swasta Pilih Tampung Anak Korban Bencana Lewat Sego Berkat
-
Dorong Ekonomi Kerakyatan, BRI Catat Laba Rp31,2 Triliun hingga Semester I 2026