Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 15 April 2026 | 08:41 WIB
Ilustrasi Cuaca Ekstrem di Sleman (unsplash/@lukavovk)
Baca 10 detik
  • Hujan dan angin kencang menyebabkan tanah longsor di Pakem, Cangkringan, serta Tempel, Kabupaten Sleman pada Selasa sore.
  • Bencana tersebut merusak infrastruktur umum dan menutup akses jalan warga di beberapa titik lokasi terdampak longsor.
  • BPBD Sleman melaporkan tidak ada korban jiwa dan terus melakukan pembersihan material serta koordinasi pemulihan lokasi.

SuaraJogja.id - Hujan dengan intensitas sedang yang disertai angin kencang melanda sebagian wilayah Kabupaten Sleman pada Selasa (14/4/2026) sore. Kondisi cuaca ekstrem tersebut memicu terjadinya bencana tanah longsor di beberapa titik yang tersebar di tiga wilayah kapanewon, yakni Pakem, Cangkringan, dan Tempel.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Haris Martapa, menuturkan bahwa cuaca buruk tersebut berdampak langsung pada stabilitas tanah di area lereng dan pinggiran sungai. Berdasarkan data yang dihimpun hingga pukul 18.00 WIB, sejumlah infrastruktur umum mengalami kerusakan.

"Hujan Sedang yang disertai angin kencang di Kabupaten Sleman mengakibatkan beberapa titik longsor," kata Haris dalam keterangan resminya, Selasa malam.

Di Kapanewon Pakem, kerusakan dilaporkan terjadi pada talud lapangan Cemoroharjo, Candibinangun, serta talud jalan di wilayah Randu, Hargobinangun. 

Material longsoran di kedua titik tersebut sempat mengganggu mobilitas pengguna jalan karena menutupi sebagian akses utama warga setempat.

"Kemudian ada longsor menutup akses jalan masuk Padukuhan Pentingsari Umbulharjo Cangkringan," ucapnya.

Dampak cuaca ekstrem di Kabupaten Sleman pada Rabu (5/3/2026). (Dok: BPBD Sleman).

Sementara itu, di Kapanewon Tempel, ancaman longsor muncul dari tebing sungai yang berada di Bulan, Banyurejo. Tebing tersebut dilaporkan tergerus aliran air yang deras.

Sehingga dikhawatirkan akan merobohkan pohon beringin besar di atasnya yang berpotensi membahayakan keselamatan warga di sekitar bantaran sungai.

"Tebing sungai di Bulan Banyurejo Tempel longsor tergerus air, beresiko menyebabkan pohon beringain di atasnya roboh dan membahayakan warga," ungkapnya.

Baca Juga: Diduga Salah Sasaran, Pelajar Tewas Kena Lemparan Batu di Seyegan Sleman

Menanggapi rentetan kejadian tersebut, tim reaksi cepat BPBD Sleman bersama pemerintah kalurahan dan warga setempat langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pembersihan material. Haris menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan akses jalan yang terputus.

"Asesment data dampak kejadian, koordinasi dengan pihak terkait, pembersihan material longsor," imbuhnya.

Hingga laporan terakhir diterima, BPBD Sleman memastikan tidak ada korban jiwa dalam seluruh rangkaian insiden tersebut. Namun, masyarakat diminta tetap waspada mengingat data kerusakan masih bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi cuaca di lapangan.

"Nihil korban jiwa. Data masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai kondisi di lapangan," pungkasnya.

Load More