- Dinas Pariwisata Sleman mencatat kunjungan 1.756.180 wisatawan pada triwulan pertama tahun 2026, meningkat 106,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
- Lonjakan kunjungan wisatawan didorong oleh momentum libur Lebaran pada Maret 2026 yang didominasi oleh pelancong asal Pulau Jawa.
- Peningkatan aktivitas wisata ini menyumbang Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sleman sebesar Rp103,79 miliar melalui sektor pajak pendukung.
SuaraJogja.id - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman mencatat performa positif sektor pariwisata pada awal tahun 2026. Berdasarkan data sementara, total pergerakan wisatawan selama triwulan I tahun 2026 mencapai 1.756.180 orang.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman, Edy Winarya menuturkan angka itu menunjukkan pertumbuhan yang signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Ia bilang capaian ini mencapai dua kali lipat lebih dibandingkan tahun lalu.
"Bila dibandingkan dengan pergerakan wisatawan pada triwulan 1 tahun 2025 (YoY) terdapat kenaikan sebesar 106,64 persen dari total pergerakan sebanyak 1.646.850," ungkap Edy, Jumat (24/4/2026).
Lonjakan signifikan ini terpantau sangat dipengaruhi oleh pergeseran kalender hari raya. Libur Lebaran yang jatuh pada bulan Maret 2026 menjadi faktor utama yang mendorong arus wisatawan nusantara ke wilayah Bumi Sembada.
Terutama bagi para pelancong dari Pulau Jawa yang mendominasi komposisi sebesar 94,60 persen. Edy memaparkan bahwa momentum Lebaran tahun ini memberikan dampak instan pada data bulanan di bulan Maret.
"Periode libur lebaran 2026 pada bulan Maret meningkatkan pergerakan wisatawan di Kabupaten Sleman sebanyak 450,04 persen dibandingkan pada periode yang sama (Maret) pada tahun sebelumnya," ungkapnya.
Destinasi pilihan wisatawan tidak jauh berbeda dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2025, yaitu Candi Prambanan, Kawasan Kaliurang dan Kawasan Kaliadem.
Meskipun secara total triwulanan mengalami kenaikan, data bulanan pada awal tahun sebenarnya sempat menunjukkan tren melambat. Kunjungan pada bulan Januari dan Februari 2026 tercatat lebih rendah dibandingkan tahun 2025 sebelum akhirnya tertutup oleh lonjakan tinggi di bulan Maret.
Terkait sebaran lokasi tujuan, disampaikan Edy bahwa beberapa wilayah mengalami pertumbuhan yang sangat drastis akibat perubahan pola kunjungan wisatawan.
Baca Juga: Cuaca Jogja Kamis Ini: Siap-siap Basah, BMKG Prediksi Hujan Intensitas Sedang Guyur Kota Gudeg
"Kapanewon yang mengalami peningkatan kunjungan terbesar adalah Tempel (510,18 persen), diikuti Cangkringan (265,68 persen) dan Mlati (139,34 persen)," ujarnya.
Tercatat hingga 31 Maret 2026, geliat pariwisata ini turut memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Total PAD yang bersumber dari sektor pariwisata telah menyentuh angka Rp103,79 miliar atau telah memenuhi sekitar 26,81 persen dari target tahunan yang ditetapkan.
Ia merinci bahwa setoran pajak dari industri pendukung wisata masih menjadi tulang punggung utama pendapatan daerah.
"Penerimaan dari pajak (pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan), masih mendominasi PAD dari sektor pariwisata, sebesar Rp102,34 miliar (98,74 persen)," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu
-
Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!
-
Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial
-
Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu
-
Dua Peserta Demo di Malioboro Sempat Hilang, LBH Laporkan Sudah Pulang