- Studi Matilda Brindle mengungkapkan bahwa perilaku berciuman telah berevolusi sejak 21,5 juta tahun lalu pada kelompok kera besar.
- Aktivitas intim ini bukan monopoli manusia, melainkan ditemukan pada berbagai spesies hewan seperti monyet dan beruang kutub.
- Manusia modern diduga pernah berciuman dengan Neanderthal berdasarkan bukti pertukaran mikroba oral selama ratusan ribu tahun silam.
SuaraJogja.id - Aktivitas berciuman, yang kerap dianggap sebagai ekspresi kasih sayang khas manusia modern, ternyata memiliki akar sejarah yang jauh lebih tua dan "liar" dari dugaan.
Sebuah studi terobosan terbaru menyingkap bahwa perilaku intim ini telah berevolusi sejak lebih dari 21 juta tahun silam, melampaui sejarah kemunculan manusia itu sendiri.
Dikutip dari laman BBC, para peneliti berhasil merunut jejak evolusi perilaku mencium yang selama ini menjadi teka-teki ilmiah.
Temuan ini menegaskan bahwa ciuman bukanlah monopoli manusia; perilaku serupa juga ditemukan pada berbagai spesies, mulai dari monyet, beruang kutub, hingga anjing gembala.
Untuk melacak asal-usulnya, para ilmuwan menyusun "pohon keluarga evolusi" dan menggunakan definisi ciuman yang sangat spesifik dan jauh dari kesan romantis: kontak mulut ke mulut yang tidak agresif, dengan sedikit gerakan bibir, dan tanpa perpindahan makanan.
Ahli biologi evolusi dari Universitas Oxford, Matilda Brindle, yang memimpin studi ini, menjelaskan bahwa manusia, simpanse, dan bonobo sama-sama melakukan aktivitas ini.
"Kami pikir, ciuman mungkin berevolusi sekitar 21,5 juta tahun lalu pada kelompok kera besar," ujar Brindle dalam studi yang diterbitkan di jurnal Evolution and Human Behaviour.
Hal ini mengindikasikan bahwa nenek moyang bersama dari spesies-spesies ini telah terbiasa berciuman.
Fakta yang lebih mencengangkan adalah keterlibatan kerabat dekat manusia purba, Neanderthal, yang punah sekitar 40.000 tahun lalu.
Baca Juga: Minyakita Meroket, Jeritan Hati Penjual Angkringan Jogja: Naikkan Harga Gorengan Takut Tak Laku
Studi ini menyimpulkan bahwa manusia modern dan Neanderthal kemungkinan besar pernah saling berciuman.
Dugaan ini diperkuat oleh penelitian DNA sebelumnya yang menunjukkan bahwa kedua spesies ini berbagi satu jenis mikroba oral—bakteri yang hidup dalam air liur.
"Itu berarti, mereka pasti saling bertukar air liur selama ratusan ribu tahun setelah kedua spesies itu berpisah," jelas Brindle, dikutip dari BBC.
Meskipun studi ini berhasil memetakan kapan perilaku ini muncul, alasan mendasar mengapa makhluk hidup berciuman masih menjadi misteri besar.
Berbagai teori bermunculan, mulai dari evolusi perilaku merapikan bulu (grooming) pada leluhur kera, hingga cara biologis untuk menilai kecocokan kesehatan calon pasangan.
Brindle menekankan pentingnya temuan ini untuk mengubah perspektif manusia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais