- Pemkot Yogyakarta melakukan razia daycare pascakasus kekerasan anak untuk memastikan keamanan dan legalitas seluruh tempat penitipan anak.
- Hasil pemeriksaan menemukan 31 dari 68 daycare di Yogyakarta belum memiliki izin resmi untuk beroperasi secara mandiri.
- Pemkot memberikan pendampingan psikologis, kesehatan, serta menanggung biaya penitipan bagi korban kekerasan anak hingga akhir semester berlangsung.
"Kalau memang diindikasikan [diberi obat-obatan] begitu, ya kami siap melakukan pemeriksaan terhadap anak-anak," ungkapnya.
Pemkot juga melakukan pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak yang sebelumnya dititipkan di daycare tersebut. Sebab beberapa keluhan yang muncul antara lain berat badan anak yang tidak sesuai usia hingga gangguan kesehatan.
Intervensi gizi akan dilakukan untuk memperbaiki kondisi anak. Jika tidak terdapat penyakit yang mendasari, perbaikan berat badan biasanya dapat terlihat dalam waktu sekitar tiga bulan.
Namun jika terdapat penyakit lain seperti infeksi paru atau tuberkulosis, proses pemulihan bisa berlangsung lebih lama.
"Misalnya ada anak umur 36 bulan tapi berat badannya masih 10 kilogram. Itu sudah di bawah garis merah dan harus dilakukan pendampingan," jelasnya.
Hasto menambahkan, meski muncul kasus Little Aresha, tidak semua tempat penitipan anak di Kota Yogyakarta bermasalah. Keberadaan daycare juga dinilai penting karena banyak orang tua bekerja dan membutuhkan tempat yang aman untuk menitipkan anak.
"Tidak semua TPA itu jelek. Banyak yang bisa dipercaya dan memang dibutuhkan masyarakat," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Pelaku Orang Terdekat, Kasus Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha Jadi Alarm Perlindungan Anak
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
Pemkot Yogyakarta Sweeping 68 Daycare Pasca Kasus Little Aresha, 31 Belum Berizin
-
Cerita Mahasiswi UNY Minta Tolong Damkar Buka Tumbler yang Macet
-
Daycare Little Aresha Dicoret-coret, Dua Motor Disiram Cat Hitam, Satpol PP Disiagakan Jaga Lokasi
-
Wali Kota Yogyakarta Identifikasi Belasan Daycare Layak untuk Relokasi Korban Little Aresha
-
Pencuri Bilah Gamelan di FIB UGM Ditangkap, Sudah Beraksi di ISI dan Dijual ke Tukang Rongskok