- Proyek pembangunan fasilitas PSEL di DIY mundur dari tahun 2027 menjadi Juli 2028 akibat kegagalan negosiasi tender.
- Fasilitas tersebut direncanakan beroperasi di lahan bekas TPA Piyungan dengan kapasitas pengolahan sampah mencapai 1.000 ton per hari.
- Pemerintah daerah meminta kabupaten dan kota meningkatkan koordinasi serta kemandirian pengelolaan sampah selama masa transisi hingga 2028.
"Proses pelelangan PSEL di pemerintah pusat sehingga kami tidak terlibat langsung dalam tahap negosiasi," jelasnya.
Kusno menambakhkan, dengan adanya penundaan tersebut, maka DIY menjadi satu-satunya wilayah yang tidak dapat melanjutkan proyek dalam batch pertama program Waste to Energy (WtE) nasional.
Padahal bersama Bekasi, Bogor, Denpasar, dan Bandung, PSEL di DIY mestinya groundbreaking serentak pada Juni 2026 besok. Dengan mundurnya jadwal, maka DIY akan bergabung dengan wilayah lain dalam batch kedua bersama Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera dan Banten.
"Infonya lelang batch kedua minggu depan," paparnya.
Meski proses lelang batch kedua dijadwalkan dalam waktu dekat, lanjut Kusno, pembangunan fasilitas PSEL tidak akan langsung dimulai setelah pemenang lelang diumumkan. Sejumlah tahapan administratif dan teknis harus diselesaikan, mulai dari pemberkasan, persiapan lahan hingga perencanaan konstruksi.
Pembangunan fasilitas tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 18 bulan setelah seluruh tahapan persiapan selesai. Karenanya dinas lingkungan hidup di kabupaten/kota diminta memaksimalkan fasilitas pengolahan yang ada.
"Kami minta kabupaten/koa memaksimalkan TPST untuk menekan volume sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di Sleman, Dua Pemuda Diamankan Polisi
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku