Muhammad Ilham Baktora
Kamis, 18 Juni 2026 | 19:43 WIB
Pembukaan Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 di Hotel Marriot Yogyakarta, Kamis (18/6/2026).
Baca 10 detik
  • Mandiri Jogja Marathon 2026 akan diselenggarakan di Yogyakarta pada 21 Juni 2026 dengan melibatkan 10.200 peserta nasional maupun internasional.
  • Kegiatan bertema More Than a Race ini mengintegrasikan kompetisi lari dengan aksi sosial, perbaikan infrastruktur, serta pelestarian lingkungan desa.
  • Penyelenggaraan acara berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan sektor pariwisata, transportasi, dan okupansi hotel di wilayah Yogyakarta.

"Menjadi mitra bersama Bank Mandiri dalam MJM ini, kami berusaha membantu untuk menghidupkan ekosistem yang ada di tempat lain. Karena memang MJM ini bukan hanya ajang lari tapi mendorong banyak pihak dalam pengembangan ekonomi dan juga sosial. Sport membawa energi pengembangan yang baik," papar Astri Abyanti.

Sebagai nilai tambah bagi peserta, Visa juga menyediakan layanan refleksi gratis pada saat hari perlombaan bagi para pelari yang mampu menunjukkan Kartu Mandiri Visa mereka. Astri menyamakan kolaborasi energi positif ini seperti dukungan global yang diberikan Visa pada ajang prestisius World Cup 2026.

Keunikan budaya lokal dipastikan tetap menjadi daya tarik utama. Pada tahun 2026 ini, konsep medali seri khusus mengangkat tema historis Panggung Krapyak.

Ini merupakan bagian dari rencana keberlanjutan lima tahun ke depan di mana setiap medali mengadopsi unsur kebudayaan klasik Jogja secara bertahap: dimulai dari Parangtritis (2025), Panggung Krapyak (2026), Kraton Jogja (2027), Tugu Jogja (2028), hingga Gunung Merapi (2029). Kelokalan ini kian kental dengan dihadirkannya barisan prajurit keraton (Bregodo) di lima titik seni sepanjang jalur lari.

Sejumlah pelari Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 mengambil race pack di Hotel Marriot Yogyakarta, Kamis (18/6/2026).

Sertifikasi Rute dan Manajemen Krisis Medis

Dari aspek teknis operasional, para pelari akan melintasi jalur yang menantang namun eksotis. Race Director iSport, Pandu Bagus Buntaran, mengonfirmasi bahwa para peserta Mandiri Jogja Marathon akan melewati 4 wilayah di Kabupaten Klaten serta 12 wilayah di Kabupaten Sleman untuk kategori Marathon, Half Marathon, 10K, dan 5K. Jalur tersebut dipastikan aman dan mutakhir karena telah mengantongi sertifikasi resmi tanpa mengalami perubahan rute. Hal itu sama seperti periode sebelumnya.

Panitia juga menerapkan standar tinggi dalam aspek pengelolaan risiko keselamatan pelari demi mengantisipasi cuaca panas dan kelelahan fisik ekstrem.

Jumlah armada ambulans ditingkatkan secara berkala dari yang semula 23 unit pada tahun 2025 menjadi 30 unit ambulans di tahun ini.

"Untuk crisis management, kalau di MJM disediakan 21 water station (WS) di setiap 2 kilometer. Setiap WS ada 2 ambulans termasuk polisi. Selain itu, 5 water sprinkler bertujuan untuk mendinginkan suhu badan pelari di beberapa titik. Lalu ada 1 mini sandwich termasuk juga 4 fruit station agar pelari tetap mendapat asupan dalam mengejar elevasinya," terang Pandu.

Baca Juga: Dana Keistimewaan Disunat Rp200 Miliar, Proyek Alun-alun Pakualaman Jadi Korban

Khusus peserta kategori 5K, pihak panitia tetap membekali mereka dengan timing chip untuk mencatatkan waktu terbaik dan menentukan juara, meski tidak disediakan panggung podium.

Sebagai wujud kepedulian komprehensif pada ekosistem lingkungan, aspek keberlanjutan diterapkan secara riil sejak masa pra-acara.

Saat pengambilan race pack, panitia membagikan sustainable racebag ramah lingkungan yang sepenuhnya dapat didaur ulang. Ditambah dengan rencana program cek kesehatan berkala pasca-event, Mandiri Jogja Marathon 2026 sukses menetapkan standar baru bagi penyelenggaraan festival olahraga yang berdampak sosial luas di Indonesia.

Load More