- Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Danang Rudiyatmoko, menilai musim libur sekolah saat ini sebagai ujian kesiapan pengelolaan arus wisatawan.
- Penutupan kantong parkir strategis dan jauhnya lokasi alternatif menyebabkan masalah aksesibilitas serta tantangan transportasi bagi bus pariwisata.
- DPRD mendesak Pemkot Yogyakarta segera menyusun perencanaan terintegrasi dan peta jalan jangka panjang untuk menata sektor pariwisata secara menyeluruh.
SuaraJogja.id - Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Danang Rudiyatmoko, menilai musim libur sekolah tahun ini menjadi momentum krusial untuk menguji kesiapan Kota Yogyakarta dalam mengelola arus wisatawan.
Menurutnya, perubahan pola akses wisata, terutama bagi rombongan yang menggunakan bus pariwisata, menjadi tantangan besar yang belum diantisipasi secara matang.
"Kalau saya, tahun ini sebagai batu ujian," kata Danang dikonfirmasi, Jumat (19/6/2026).
Danang menjelaskan, selama ini wisatawan nusantara yang datang ke Kota Yogyakarta banyak mengandalkan akses bus pariwisata hingga kawasan Taman Pintar. Namun, kondisi tersebut kini berubah karena bus tidak lagi bisa merapat ke lokasi seperti sebelumnya.
Situasi ini, kata dia, menimbulkan pertanyaan mengenai daya tarik wisata kota di tengah keterbatasan akses yang ada.
"Nah, saat ini makanya kita namakan ini tahun ujian bagi wisatawan," ujarnya.
Pihaknya menyoroti belum optimalnya fasilitas pendukung setelah penutupan sejumlah kantong parkir strategis. Taman Parkir Giwangan dan area Menara Kopi yang disiapkan sebagai lokasi alternatif dinilai terlalu jauh dari kawasan Malioboro.
Sementara Taman Pintar maupun Taman Budaya pun di sisi lain belum mampu menjadi daya tarik baru yang bisa mengalihkan konsentrasi wisatawan.
"Ini yang menjadi tantangan Pemkot dalam memfasilitasi. Mau diangkut pakai apa? Agen wisata berpikir akses wisata bagaimana," tandasnya.
Baca Juga: Mahasiswa Jogja Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Penghentian MBG dan Kopdes yang Mubazir
Menurut Danang, persoalan tersebut tidak bisa dibebankan hanya kepada sektor pariwisata. Penataan wisata harus melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah secara terintegrasi, mulai dari pengaturan kantong parkir hingga penyediaan angkutan penghubung menuju pusat kota.
Ia menilai persoalan yang terjadi saat ini memperlihatkan lemahnya perencanaan jangka panjang dalam penataan kawasan wisata Yogyakarta.
Padahal, konsep penataan sumbu filosofi sudah melekat dalam Undang-Undang Keistimewaan DIY sejak satu dekade lalu. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada peta jalan yang jelas dan terintegrasi.
"Tapi kan ketok (kelihatan) banget toh kalau ini tidak disiapkan secara terintegrasi, kan parsial. Mengikuti siapa yang berkuasa, kan gitu. Nggak ada roadmap ini sama sekali," ujarnya.
Danang mengingatkan, pada masa liburan, Kota Yogyakarta biasanya mampu menarik hingga sekitar satu juta wisatawan. Salah satu indikatornya terlihat dari penjualan tiket di Taman Pintar.
Objek wisata tengah kota itu pada musim liburan dapat menghasilkan pendapatan hingga Rp12-13 miliar sebagai pemasukan badan layanan umum daerah (BLUD).
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
ARTJOG 2026 Memanas! Kehadiran Didit Prabowo Batal Usai Diprotes Seniman
-
Data Tak Akurat Bisa Bikin Kebijakan Salah Arah, Warga DIY Diajak Jujur Saat Sensus Ekonomi 2026
-
DPRD Kritik Kesiapan Liburan di Jogja, Wisatawan Terancam Kesulitan Akses ke Malioboro
-
Kolaborasi Positif Mandiri Jogja Marathon 2026: Dari Lintasan Lari untuk Kesejahteraan Masyarakat
-
Dana Keistimewaan Disunat Rp200 Miliar, Proyek Alun-alun Pakualaman Jadi Korban