Yohanes Endra | Yulia Rosdiana Putri
Senin, 22 Juni 2026 | 14:50 WIB
Gusti Kanjeng Ratu Bendara memberikan sambutan dalam pembukaan ARTJOG 2026 (Suara.com/Yohanes Endra)
Baca 10 detik

- Trilogi baru ARTJOG diawali dengan representasi warisan luka antar generasi melalui Ars Longa: Generatio.

- ARTJOG Ars Longa: Generatio bisa dinikmati dari 19 Juni 2026 hingga 30 Agustus 2026 di Jogja National Museum (JNM).

- Dikuratori oleh Farah Wardani, Ars Longa: Generatio memadukan pendekatan dialogis dan praktis antargenerasi seniman.

SuaraJogja.id - Vta brevis, ars longa, occsi praeceps, expermentum perculsum, idicium difficile, yang artinya adalah hidup itu singkat, dan seni itu panjang, kesempatan terlewat, percobaan terhalang, dan penilaian tersusahkan menjadi asal muasal trilogi ARTJOG yang baru.

Trilogi ini diputuskan dengan nama lebih singkat yaitu, Ars Longa atau Ars Longa Trilogia yang berarti Trilogi Seni Itu Panjang.

Ars Longa: Trilogia berangkat dari kepercayaan bahwa seni adalah jalan hidup yang relevan dengan keberlangsungan manusia.

Seni dan senimannya harus memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri. Baik dalam konteks sosial, budaya, maupun politik yang menjadi bagian integral dari kehidupan manusia.

Kemudian, mengawali trilogi yang baru ini, dibuka lah ARTJOG 2026 Ars Longa: Generatio di pelataran Jogja National Museum (JNM), pada Jumat, 19 Juni 2026.

Pembukaan turut dihadiri oleh Gusti Kanjeng Ratu Maduretno dan Gusti Kanjeng Ratu Bendara.

Ars Longa: Generatio

Sekumpulan arsip dan gambar dalam salah satu instalasi seni eksperimental di ARTJOG 2026 (Suara.com/Yulia Rosdiana Putri)

Sebagai pengawal, Ars Longa: Generatio menekankan pada dialog antargenerasi dalam praktik seni. Relevansi seni seyogyanya tidak terbatas pada rentang usia tertentu.

Selain itu, tema Ars Longa: Generatio merupakan upaya memaknai ulang praktik seni kontemporer di tengah ketidakpastian. Praktik tersebut termasuk bentuk perlawanan, produksi pengetahuan, hingga proses penyembuhan lewat seni.

Baca Juga: Sekali dalam Sewindu, Sri Sultan HB X Pimpin Prosesi Langka Jejak Banon saat Rangkaian Sekaten

Seniman Komisi

Secara spesial, ARTJOG Ars Longa: Generatio mendapuk Roby Dwi Antono sebagai seniman komisi. Roby Dwi Antono merupakan seorang seniman muda kelahiran Semarang yang beresidensi di Yogyakarta.

Lewat komisinya, Roby atau dikenal juga dengan RAD menyajikan karya instalasi patung dan ruang imersif bertajuk Generatio: Cyclus Vitae yang bisa diartikan sebagai Generasi: Siklus Kehidupan.

Karya ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu (1) Vulnera: Bekas Luka Antergenerasi sebagai fasad utama, Rahim Kolektif dan Generasi Alien pada ruangan pertama, dan  Generatio Continua: Kematian sebagai Katalis Kelahiran Kembali Sebuah Generasi pada ruang berikutnya.

Ketiga bagian tersebut menyoroti bagaimana luka generasi sebelumnya diwariskan kepada generasi berikutnya dan perlahan demi perlahan menjadi identitas baru.

Pendekatan Artistik

Load More