- Banyak calon murid di SMA Negeri DIY sengaja tidak mendaftar ulang karena memilih sekolah lain pada Juli 2026.
- Tindakan tersebut menyebabkan bangku sekolah kosong dan merugikan calon siswa lain yang kehilangan kesempatan masuk sekolah negeri.
- Disdikpora DIY membuka seleksi cadangan selama dua hari untuk mengisi kursi kosong bagi siswa yang belum diterima.
SuaraJogja.id - Fenomena calon murid yang tetap mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri DIY meski telah diterima di sekolah lain tengah marak terjadi saat ini. Sejumlah calon siswa disebut meninggalkan kursi yang diperoleh di sekolah negeri saat saat daftar ulang.
Aksi coba-coba tersebut merugikan peserta lain karena menghabiskan kuota sekolah negeri. Akibatnya banyak bangku kosong di sejumlah sekolah negeri.
Sebut saja tiga calon siswa di SMAN 8 Yogyakarta yang tidak daftar ulang karena diterima di SMA Taruna Nusantara Magelang. Selain itu satu calon siswa di SMAN 3 Yogyakarta yang disebut mengundurkan diri karena diterima di sekolah lain
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 3 Yogyakarta, Dadang Tri Atmoko saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Senin (6/7/2026) mengungkapkan sekolahnya memiliki kuota 252 siswa. Namun hingga penutupan daftar ulang, hanya 251 siswa yang melakukan registrasi karena satu calon murid memilih tidak mendaftar ulang.
Dadang mengaku pihak sekolah telah berupaya menghubungi calon murid yang tidak melakukan daftar ulang melalui telepon maupun pesan singkat. Meski akhirnya mendapat balasan yang bersangkutan mengundurkan diri, alasan pasti tidak pernah disampaikan.
"Kami telepon, kami WA juga. Akhirnya dibalas lewat WA bahwa tidak jadi daftar ulang. Alasannya apa, kami juga tidak tahu," katanya.
Akibat satu kursi kosong tersebut, sekolah akhirnya kembali membuka proses penerimaan melalui jalur cadangan selama dua hari hingga Selasa (7/7/2026). Sebab tindakan tersebut memicu efek domino dalam proses seleksi.
"Kalau satu orang tidak daftar ulang, otomatis menggugurkan kesempatan calon siswa lain. Ini seperti efek domino, menggeser posisi dan berpengaruh ke sekolah-sekolah lain juga," tandasnya.
Dadang menyebut kasus siswa diterima tetapi sengaja tidak melakukan daftar ulang baru pertama kali terjadi di SMAN 3 Yogyakarta. Menurutnya, pihak yang paling dirugikan bukan hanya sekolah, tetapi juga masyarakat.
Baca Juga: Api Cepat Membesar dan Asap Pekat Kepung Kafe Biliar di Yogyakarta, Sembilan Regu Damkar Dikerahkan
Selain menambah beban administrasi sekolah karena harus kembali membuka seleksi cadangan. Kondisi tersebut juga memaksa sekolah menambah waktu kerja panitia penerimaan siswa baru.
"Harusnya siswa lain punya kesempatan masuk SMA 3, tetapi akhirnya kehilangan kesempatan itu. Yang paling dirugikan ya masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Disdikpora DIY, Suci Rohmadi, menjelaskan, kejadian serupa terjadi di SMAN 8 Yogyakarta. Bahkan sejumlah kepala sekolah melaporkan adanya siswa yang memilih mengundurkan diri setelah dinyatakan lolos.
"Ada banyak ternyata. Orang itu sifatnya coba-coba, tapi merugikan orang lain. Misalnya sudah diterima di SMA Taruna Nusantara, tapi masih ikut mendaftar di SMA reguler. Akhirnya diterima, tetapi tidak daftar ulang," jelasnya.
Ia mencontohkan SMAN 8 Yogyakarta kehilangan tiga calon murid karena memilih bersekolah di Taruna Nusantara. Padahal, pengumuman penerimaan Taruna Nusantara telah lebih dulu keluar dibanding hasil SPMB reguler.
"Kami juga prihatin, kenapa orang yang sebenarnya sudah beruntung diterima di sekolah yang diinginkan masih mencoba-coba lagi, padahal bisa menghilangkan kesempatan orang lain," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Wacana Taruna Akmil Disiplinkan Siswa Sekolah Rakyat, Dinsos DIY Sebut TNI-Polri Sudah Cukup
-
Kuota SMA Negeri Dimakan Siswa Iseng, Disdikpora Terpaksa Buka Seleksi Cadangan
-
PRIMEFEST 2026: Perayaan Pesta Rakyat
-
Dedikasi Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Masyarakat di Wilayah Kepulauan Sulawesi Tengah
-
Libur Sekolah Jadi Masa Rawan, SAR Yogyakarta Ingatkan Bahaya Ombak Pantai Selatan