Rendy Adrikni Sadikin | Husna Rahmayunita
Rabu, 22 Juli 2026 | 16:36 WIB
Suasana Pasar Kebonagung, Kliran, Sendangagung, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, DIY.(Dokumentasi Pribadi)
Baca 10 detik
  • Pemkab Sleman menggelar Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat di Pasar Kebonagung pada Sabtu, 25 Juli 2026 mendatang.
  • Kegiatan ini bertujuan menghidupkan pasar tradisional, memperkuat UMKM, dan meningkatkan omzet pedagang melalui partisipasi masyarakat.
  • Tak sekadar belanja, acara dimeriahkan dengan talkshow edukatif serta pementasan seni budaya guna menarik kunjungan publik ke pasar rakyat.

SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman lewat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kembali menggelar Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR). Kali ini, kegiatan bertajuk Pasar Tradisional Bergeliat, UMKM Kuat” dipusatkan di Pasar Kebonagung, Kalurahan Sendangagung, Kapanewon Minggir, Sabtu (25/7/2026).

Acara di Pasar Kebonagung yang rencananya dimulai pukul 07.00 WIB bakal menampilkan pentas seni gamelan, tarian untuk menghibur warga sekitar serta talkshow inklusif. Dipandu oleh artis lokal sekaligus MC kondang Anies Centhul dan Gospeng, talkshow tersebut bakal menampilkan beberapa narasumber.

Tak hanya mengajak masyarakat untuk berbelanja di pasar rakyat, pelaksanaan GEMPAR Kebonagung yang rencananya dimulai pukul 07.00 WIB nantinya dikemas lebih menarik melalui berbagai kegiatan pendukung. 

Pengunjung dapat mengikuti sesi talkshow inklusif yang dihadiri beberapa narasumber, salah satunya Kepala Disperindag Kabupaten Sleman Dwi Wulandari. Forum tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman, memperluas jejaring usaha, sekaligus membahas berbagai strategi pengembangan pasar tradisional dan UMKM.

Suasana pasar bakal semarak dengan penampilan gamelan dan tari tradisional yang menghibur pengunjung. Kehadiran pertunjukan seni budaya tersebut memperkuat fungsi pasar rakyat sebagai ruang publik yang tidak hanya menjadi pusat transaksi ekonomi, tetapi juga tempat pelestarian budaya dan interaksi sosial masyarakat.

Melalui perpaduan antara aktivitas ekonomi, edukasi, dan seni budaya, GEMPAR Kebonagung diharapkan mampu memperkuat eksistensi pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di Sleman. Program GEMPAR di wilayah Sleman Barat ini akan dibuat beberapa rangkaian. Beberapa di antaranya kegiatan serupa bakal digelar di Pasar Ngijon, Pasar Ngino, Pasar Balangan hingga Pasar Godean.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman Dwi Wulandari, S.T., M.Ec.Dev. menekankan program ini merupakan bentuk komitmen konkret untuk mengembalikan kejayaan pasar tradisional. 

“Pengembangan pasar tradisional bukan sekadar renovasi fisik, melainkan upaya strategis untuk melestarikan ekonomi kerakyatan agar berdaya saing dan naik kelas. Pasar rakyat adalah jantung ekonomi lokal untuk itu,” ungkap Dwi Wulandari, Kamis (22/7/2026).

Dwi Wulandari menambahkan, pemerintah berkomitmen menghadirkan pasar yang bersih, aman, nyaman. Di samping itu, imbuh dia, pemerintah senantiasa mendorong pasar tradisional siap bertransformasi dengan digitalisasi pembayaran dan promosi online agar pedagang tradisional mampu menjangkau pasar lebih luas tanpa kehilangan ciri khasnya.

Baca Juga: Praperadilan Raudi Akmal Dimulai, Ampuh Pertanyakan Dua Alat Bukti Penetapan Tersangka

Menurut Dwi, Pasar Kebonagung memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi kerakyatan di ujung wilayah Sleman Barat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kulon Progo.  

“Melalui penguatan branding Pasar Kebon Agung yang didukung oleh banyak pihak antara lain pemerintah Kab. Sleman, pengelola pasar, paguyuban pedagang, swasta dan masyarakat, saya yakin Pasar Kebon Agung akan semakin berkumandang sebagai pasar tradisional yang akan menjadi salah satu pasar tujuan belanja kebutuhan sehari-hari dan pengalaman wisata kuliner otentik  yang luar biasa,” tambahnya.

Datang dan meriahkan kegiatan GEMPAR di Pasar Kebonagung!

GEMPAR Pasar Kebonagung, Sleman. [Suara.com]

Tentang GEMPAR

Program GEMPAR merupakan salah satu upaya nyata pemerintah Sleman menghidupkan kembali aktivitas pasar tradisional. Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga untuk memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah pesatnya perkembangan perdagangan modern.

Load More