Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 28 Juli 2026 | 17:56 WIB
Ilustrasi kekeringan di Gunung Kidul. (Pixabay)
Baca 10 detik
  • Warga Dusun Kemesu di Gunungkidul mengalami krisis air bersih sejak April 2026 setelah musim hujan berakhir.
  • Sebagian besar warga petani terpaksa menjual ternak ayam mereka untuk membeli pasokan air tangki seharga Rp120.000.
  • Kawasan perbukitan kapur tanpa sumber air tersebut selalu mengharuskan warga membeli air setiap musim kemarau tiba.

Dusun Kemesu dihuni sekitar 68 kepala keluarga dan berada di kawasan perbukitan kapur. Sekitar 90 persen warga bekerja sebagai petani.

Sementara banyak warga usia muda merantau ke Yogyakarta maupun Solo. Sehingga sebagian besar keluarga yang bertahan di kampung merupakan warga lanjut usia.

"Jadi ya hanya tinggal orang tuanya yang sudah sepuh, yang sudah tua, ya apa yang mereka miliki saja untuk bisa dijual niat bisa membeli air," ungkapnya.

Load More