Ilustrasi kekeringan di Gunung Kidul. (Pixabay)
Baca 10 detik
- Warga Dusun Kemesu di Gunungkidul mengalami krisis air bersih sejak April 2026 setelah musim hujan berakhir.
- Sebagian besar warga petani terpaksa menjual ternak ayam mereka untuk membeli pasokan air tangki seharga Rp120.000.
- Kawasan perbukitan kapur tanpa sumber air tersebut selalu mengharuskan warga membeli air setiap musim kemarau tiba.
Dusun Kemesu dihuni sekitar 68 kepala keluarga dan berada di kawasan perbukitan kapur. Sekitar 90 persen warga bekerja sebagai petani.
Sementara banyak warga usia muda merantau ke Yogyakarta maupun Solo. Sehingga sebagian besar keluarga yang bertahan di kampung merupakan warga lanjut usia.
"Jadi ya hanya tinggal orang tuanya yang sudah sepuh, yang sudah tua, ya apa yang mereka miliki saja untuk bisa dijual niat bisa membeli air," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi