- Dinas Kesehatan Sleman melakukan skrining kesehatan terhadap 56.140 anak usia sekolah pada Selasa, 18 Agustus 2026.
- Hasil pemeriksaan menemukan anak mengalami tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, hingga kondisi pre-diabetes.
- Petugas juga mendapati adanya gejala depresi, kecemasan, serta kebiasaan merokok pada sebagian anak yang diperiksa.
SuaraJogja.id - Hasil skrining kesehatan terhadap 56.140 anak usia sekolah dan remaja di Kabupaten Sleman menemukan sejumlah persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Selain tekanan darah dan gula darah, skrining itu turut menemukan gejala depresi, kecemasan, hingga kebiasaan merokok pada anak.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sleman, Seruni Angreni Susila mengatakan skrining dilakukan terhadap anak yang bersekolah di jalur formal, nonformal, maupun anak yang tidak bersekolah.
"Tahun ini ada 56.140 anak usia sekolah dan remaja, di mana sekitar 18,42 persen-nya kita temukan dengan tekanan darah yang tinggi, pada anak usia sekolah," kata Seruni kepada awak media, Selasa (18/8/2026)
Dari jumlah anak yang menjalani skrining, terdapat pula anak dengan kadar gula darah tinggi dan kondisi pre-diabetes. Kondisi ini berpotensi berkembang menjadi masalah kesehatan lebih serius jika tidak ditangani sejak dini.
"Kemudian sebanyak 0,73 persen itu mengalami gula darah yang tinggi atau kondisi hiperglikemia, belum terdiagnosa diabetes mellitus. 3,62 persen dari anak-anak ini ditemukan dalam kondisi pre-diabetes, yaitu sebanyak 674," ungkapnya.
Disampaikan Seruni, Dinkes Sleman turut melakukan skrining kesehatan mental terhadap 18.845 anak. Hasilnya ditemukan sejumlah anak menunjukkan gejala depresi maupun kecemasan dengan tingkat keparahan berbeda.
"Sebanyak 5,6 persen dari 18.845 anak yang kita lakukan skrining kesehatan mental, 5,6 persen-nya ada gejala depresi ringan, 2,38 persen-nya kita temukan dengan gejala depresi berat," ujarnya.
Temuan kesehatan mental tersebut tidak berhenti pada gejala depresi. Skrining yang dilakukan, kata Seruni turut menemukan anak dengan gejala kecemasan, baik dalam kategori ringan maupun berat.
"5,25 persen kita temukan dengan gejala kecemasan ringan, 2,06 persen kita temukan dengan gejala kecemasan berat," ucapnya.
Baca Juga: Berangkat Kerja Malah Jadi Korban Begal, Pria di Sleman Ditodong Sajam dan Motor Digasak
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah munculnya perilaku merokok pada kelompok usia sekolah. Dinkes Sleman mencatat sebagian anak usia pemula telah melakukan aktivitas merokok.
"Lalu, yang juga cukup memprihatinkan adalah mulai adanya 4,14 persen di antara anak usia pemula ini yang melakukan kegiatan merokok," tandasnya.
Fenomena mencuatnya angka persoalan kesehatan maupun gangguan mental di kalangan anak sekolah ini, Seruni bilang bukan semata-mata karena lonjakan kasus baru.
Perubahan tersebut salah satunya dipengaruhi semakin baiknya literasi kesehatan dan akses masyarakat terhadap fasilitas skrining.
"Kalau sekarang, kita mencari, menemukan lebih dini. Maka ketemulah berapa yang depresi, berapa yang cemas," tuturnya.
Dengan semakin aktifnya skrining, kondisi yang sebelumnya tidak terdeteksi kini mulai tercatat dalam data kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Stem Cell Jadi Ladang Bisnis Kecantikan, Dokter Ingatkan Produk Ilegal dan Klaim Berlebihan
-
BRI dan KPK Perkuat Gerakan Antikorupsi melalui PELOPOR 2026
-
Papermoon Gelar Pesta Boneka #10 di Jogja, Hadirkan 193 Seniman dari 24 Negara
-
Luky Alfirman Jadi Wamenkeu, Pengamat: Bisa Jadi Akal-akalan Amankan Jalan Politik 2029
-
Kasus Bolosego Alkid Dinyatakan Bukan Pemerasan, Lalu Mengapa Ada Polisi Diproses Propam?