- Dinsos P3A Gunungkidul mengimbau warga mengajukan sanggahan data desil kemiskinan yang tidak sesuai.
- Permohonan koreksi data dapat dilakukan secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos atau kelurahan.
- Jumlah penerima PKH Gunungkidul per 1 April 2026 turun 2.000 menjadi 47.000 jiwa.
SuaraJogja.id - Ketidaksesuaian data desil kemiskinan yang ramai diperbincangkan masyarakat menjadi perhatian Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Gunungkidul. Warga yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data desil yang tercatat diminta tidak tinggal diam dan dapat mengajukan sanggahan.
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos P3A Gunungkidul Suyono mengatakan masyarakat dapat mengajukan permohonan perubahan desil melalui jalur yang telah disediakan pemerintah.
"Beberapa warga sudah melakukan, jumlahnya memang kita tidak bisa cek, tetapi sebagian sudah dilakukan penurunan (desil)," kata Suyono di Gunungkidul, Senin.
Menurutnya, pengajuan sanggahan dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi Cek Bansos. Warga juga dapat mendatangi kantor kelurahan apabila membutuhkan bantuan dalam proses pengajuan.
Operator di masing-masing kelurahan akan membantu proses tersebut, sementara perubahan data dilakukan secara daring oleh Kementerian Sosial.
"Itu sudah langsung ditangani oleh masing-masing operator di kelurahan," ujarnya.
Suyono menjelaskan Dinsos P3A Gunungkidul tidak memiliki kewenangan langsung untuk mengubah desil masyarakat. Peran pemerintah daerah lebih pada sosialisasi serta membantu warga yang mengalami kendala ketika mengajukan koreksi data.
Pengajuan juga dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos maupun sistem SIKS-NG Desa. Dalam prosesnya, masyarakat harus mengisi sejumlah variabel yang menjadi dasar sinkronisasi dan pemutakhiran data.
"Nanti ada variabel-variabel yang diisi yang nanti diarahkan di aplikasi Cek Bansos," katanya.
Baca Juga: Gamelan Makin Digandrungi di Amerika, Pakualaman Beri Peringatan Keras ke Warga Lokal
Data Bisa Berubah Tiap Tiga Bulan
Suyono menegaskan data desil bukan angka yang bersifat permanen. Pemerintah melakukan pemutakhiran data kemiskinan secara berkala sehingga posisi desil masyarakat dapat berubah, baik naik maupun turun.
Karena itu, masyarakat diminta aktif memeriksa kondisi datanya dan mengajukan sanggahan apabila informasi yang tercatat tidak lagi menggambarkan kondisi sebenarnya.
"Nanti di-update tiga bulan sekali. Kalau memang nanti tidak sesuai kondisi, silakan melakukan sanggahan atau permohonan penurunan desil," ujarnya.
Persoalan akurasi desil menjadi penting karena data tersebut berkaitan dengan pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan penentuan kelompok sasaran berbagai program perlindungan sosial.
Dengan adanya mekanisme sanggahan, pemerintah memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengoreksi data ketika terdapat perubahan kondisi ekonomi maupun ketidaksesuaian informasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Dinsos DIY Tak Buka Posko Aduan Desil, Cari Formula agar Warga Tak Kehilangan Bantuan
-
Desil Berubah, BPS DIY Akui Data Bisa Melenceng
-
BRI Pertemukan PMI Yuni Lestari dengan Ibu Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan
-
Siswa Bantul Bawa Pulang Emas dari Kejuaraan Taekwondo Internasional di Korea Selatan
-
Salah Desil Bisa Pengaruhi Bansos, Dinsos Gunungkidul Buka Jalur Koreksi Data