- Kepala Dinsos DIY Suyarno menyatakan perubahan desil kesejahteraan warga berpotensi menghilangkan hak penerima bantuan sosial.
- Dinsos DIY mengandalkan tim pengaduan berjalan serta merumuskan formula baru guna memverifikasi ulang kondisi riil warga.
- Distribusi bansos tetap berjalan secara berkala di Yogyakarta meskipun proses pemetaan dan perbaikan data masih dilakukan.
Persoalan tersebut menjadi semakin krusial karena jumlah penerima bansos di DIY cukup besar. Dinsos DIY mengelola sekitar 8.000 penerima bantuan untuk kelompok lanjut usia.
Sementara bantuan yang berasal dari pemerintah pusat, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan program bantuan lainnya, jumlah penerimanya hampir mencapai 200.000 orang.
"Jumlah penerima bisa lebih besar jika memperhitungkan adanya irisan antarkelompok penerima berbagai program," ujarnya.
Di sisi lain, distribusi bansos tetap berjalan. Suyarno menyebut bantuan diberikan secara berkala, termasuk padaAgustusini.
Karena itu, Dinsos DIY berpacu dengan waktu untuk memastikan pembaruan data tidak membuat warga yang masih membutuhkan bantuan justru kehilangan haknya.
Suyarno menambahkan, tim pengaduan yang sudah ada tetap bekerja setiap hari. Dengan demikian masyarakat tidak perlu menunggu pembentukan posko aduan.
Masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan hasil pemeringkatan tetap dapat melakukan pengecekan dan memperbaiki data melalui kanal yang tersedia, termasuk aplikasi Cek Bansos.
Warga juga dapat mendatangi kelurahan untuk meminta bantuan operator dalam proses perubahan atau pembaruan data.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar memberikan data sesuai kondisi sebenarnya ketika melakukan pendataan maupun verifikasi mandiri.
Baca Juga: Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Sebab, kualitas hasil pemeringkatan sangat bergantung pada kualitas data yang menjadi dasar perhitungan.
"Kalau tidak, datang ke kelurahan, ketemu petugas operator. Setiap kelurahan ada. Nanti petugas itu akan membantu prosesnya," tandasnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa
-
BRI Tambah Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Indeks Saham Berbasis ESG
-
BRI Berikan Privilege Nonton Eksklusif Buy 1 Get 2 Ticket di The Premiere Cinema XXI
-
BRI x Prodia: Pilihan Layanan Kesehatan Eksklusif untuk Nasabah BRI Prioritas serta BRI Private
-
161 Bank di Indonesia Bertumbangan, 3 di Antaranya dari Jogja! Cek Masalahnya