- Enam mahasiswa korban kericuhan unjuk rasa di Simpang Gramedia Yogyakarta pada Selasa malam mendapat perawatan medis.
- Rumah Sakit Panti Rapih memberikan pelayanan rawat jalan kepada keenam mahasiswa tersebut akibat berbagai luka dan trauma.
- Seluruh mahasiswa yang terluka dipastikan telah diperbolehkan pulang pada malam yang sama tanpa perlu menjalani rawat inap.
SuaraJogja.id - Enam mahasiswa yang mengalami luka-luka setelah aksi unjuk rasa di kawasan Simpang Gramedia Yogyakarta, Selasa (1/9/2026) malam dipastikan sudah pulang. Mereka sempat mendapat penanganan medis di RS Panti Rapih pasca kericuhan mahasiswa dengan warga.
Rumah sakit memastikan seluruh mahasiswa tersebut telah diperbolehkan pulang pada malam yang sama setelah mendapatkan pelayanan medis.
Kepala Humas Bidang Hukum RS Panti Rapih, Monica Resi saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026), mengatakan pihaknya menerima enam pasien yang berkaitan dengan kegiatan unjuk rasa tersebut.
"RS Panti Rapih telah menerima enam pasien terkait kegiatan unjuk rasa tadi malam. Seluruh pasien telah mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medis dan standar pelayanan yang berlaku di RS Panti Rapih," paparnya.
Keenam mahasiswa itu seluruhnya mendapat pelayanan secara rawat jalan. Tidak ada yang harus menjalani rawat inap dan semuanya sudah diperbolehkan pulang.
Namun, kondisi yang dialami para mahasiswa cukup beragam. Naila Arrifqi, mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2024, serta Madanastra Mana, mahasiswa Filsafat angkatan 2024, mendapat penanganan karena mengalami trauma dan sesak napas.
Muhamad Zaky dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengalami memar pada bagian pelipis. Sementara Mega Theresia Narwadan, mahasiswa Filsafat angkatan 2024, mengalami luka robek di jidat.
Mahasiswa lainnya, Syarifah Khadizah Al Maghraby dari Fisipol angkatan 2025, mengalami luka robek di bibir. Sedangkan Zidan, mahasiswa Filsafat angkatan 2024, mengalami luka memar pada bagian pelipis, perut, dan kepala belakang.
Enam mahasiswa tersebut menjadi bagian dari peserta aksi yang kemudian membutuhkan penanganan medis setelah demonstrasi di kawasan Simpang Gramedia.
Baca Juga: 17 Persen Penerima PKH di DIY Terindikasi Judol, Dinsos Tangguhkan Bansos
Meski sempat mendapat perawatan, RS Panti Rapih memastikan kondisi mereka memungkinkan untuk menjalani perawatan lanjutan secara rawat jalan di luar rumah sakit. Sehingga tidak perlu rawat inap di rumah sakit tersebut.
"Seluruhnya telah diperbolehkan pulang pada tadi malam," paparnya.
Sementara itu Direktur Kemahasiswaan UGM, Hempri Suyatna menyatakan enam mahasiswa yang terluka, lima diantaranya berasal dari UGM.
Sedangkan satu mahasiswa lain dari UNY. Mereka mengalami luka pukulan di bagian pelipis dan tangan saat ketengan terjadi antara massa dengan warga.
"Ada mahasiswa yang kena pukul, ada juga yang kena tendang," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi
-
Demo Ricuh di Jogja Meluas hingga Sirip Kepatihan
-
Malioboro Mencekam! Demo Sumpah Pemuda Berujung Bentrok hingga Malam, Water Cannon Dikerahkan
-
Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir
-
Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas