Budi Arista Romadhoni
Senin, 14 September 2026 | 15:46 WIB
Bencana kekeringan di Gunungkidul. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Kepala BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata menyatakan pergeseran BTT mengatasi kekurangan anggaran penanganan bencana di Yogyakarta pada September 2026.
  • BPBD DIY mencairkan pergeseran BTT untuk kelanjutan penanganan kekeringan di Kabupaten Gunungkidul yang anggaran rutinnya hampir habis.
  • BPBD DIY mengintensifkan sosialisasi pencegahan kebakaran akibat perilaku membakar sampah dan lahan agar penanganan lebih efektif.

Pendekatan preventif dibutuhkan selain mengandalkan respons setelah kebakaran terjadi.

"Kalau masalah kebakaran itu lebih baik kalau kita melakukan upaya-upaya yang lebih preventif, penyadaran kepada masyarakat," katanya.

Karena itu BPBD DIY bersama BPBD kabupaten dan pemadam kebakaran, lanjutnya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Larangan membakar sampah, membakar sampah daun kering, membuang puntung rokok sembarangan hingga membakar lahan menjadi poin penting yang disampaikan.

Namun diakui masih ada petani yang memilih membakar lahan karena dianggap sebagai cara paling cepat untuk membersihkan lahan.

"Memang ada beberapa petani itu, untuk pragmatis, kadang-kadang supaya segera lahannya bersih kemudian dibakar. Nah, itu yang kemudian ketika tidak terkendali menimbulkan kebakaran yang meluas," paparnya.

Tak hanya di lahan, kewaspadaan juga diminta dilakukan di lingkungan rumah. Aktivitas memasak dan penggunaan kompor harus berada dalam pengawasan dan tidak ditinggalkan terlalu lama. Bagi BPBD DIY, mencegah kebakaran sejak dari sumbernya menjadi pilihan paling rasional. 

"Ketika api sudah membesar, kebutuhan sumber daya, personel, waktu, dan anggaran yang dikeluarkan tentu jauh lebih besar," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga: Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan

Load More