- Sebanyak 413 warga SMKN 2 Yogyakarta mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG pada 16 September 2026.
- Disdikpora DIY menduga insiden tersebut disebabkan oleh olahan ayam gongso yang tidak matang sempurna dari penyedia makanan.
- Pihak sekolah menghentikan sementara penerimaan paket makanan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi kepolisian.
Sebab dari kasus keracunan yang muncul, persoalan proses pengolahan makanan yang seringkali jadi penyebab. Apalagi sekolah sudah menerapkan Perilaku Hidu Bersih dan Sehat (PHBS) saat mengkonsumsi MBG.
"Anak-anak sudah cuci tangan dan makan MBG sesuai jadwal pendistribusian," ungkapnya.
Menurutnya, memasak makanan dalam jumlah besar bukan perkara sederhana. Kualitas makanan harus diperhitungkan sejak proses memasak hingga makanan dikonsumsi.
Tak hanya soal kematangan masakan, kualitas bahan baku juga menjadi persoalan yang harus diperhatikan.
"Telur itu apakah telur itu masih baru atau sudah lama kan kita juga tidak tahu. Kemudian apakah sayurnya itu sudah berjamur atau tidak, ketika partai besar kan proses memasaknya susah mendeteksi," katanya.
Karena itu, dia meminta penyebab setiap kasus ditelusuri secara menyeluruh dan tidak buru-buru disimpulkan. Variabelnya cukup banyak untuk mengetahui penyebab keracunan MBG.
"Ahli pun harus menyelidiki lebih detail untuk bisa melihat proses keracunan itu di mana, kesalahannya di mana," katanya.
Meski kasus kembali muncul, Disdikpora DIY belum meminta seluruh sekolah menghentikan program MBG. Penanganan akan dilakukan berdasarkan kasus masing-masing dengan melibatkan Tim Satgas MBG serta pemerintah kabupaten/kota.
"Harapannya semoga ini yang terakhir. Terus kemudian ada evaluasi-evaluasi besar-besaran," imbuhnya.
Baca Juga: Semangat Aksara dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Tiga Kota Penuh Makna, Hifdzi Khoir Hadirkan Tur Showcase Intimate 'Berjalan Kaki'
-
Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG
-
Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Sleman: Nikah Siri Dibongkar, Berpotensi Tambah Tersangka Baru
-
Eks Pengurus Ponpes di Sleman Ditahan Terkait Dugaan Kasus Perkosaan
-
Heboh Dugaan Pelecehan Seksual Satpam terhadap Siswa SMAN 1 Sentolo, Disdikpora DIY Turun Tangan