Budi Arista Romadhoni
Rabu, 04 November 2026 | 15:42 WIB
Massa menurunkan foto Gibran di DPRD DIY, Rabu (4/11/2026). (Istimewa)
Baca 10 detik
  • Forum Kebangsaan DIY menurunkan foto Wakil Presiden Gibran di DPRD DIY pada Rabu (4/11/2026).
  • Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan tindakan menurunkan foto simbol kenegaraan tersebut tidak pantas dilakukan.
  • DPRD DIY menegaskan aksi penurunan foto itu merupakan inisiatif spontan massa yang kemudian dipasang kembali.

SuaraJogja.id - Penurunan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka oleh massa Forum Kebangsaan DIY di ruang sidang DPRD DIY, Rabu (4/11/2026), memunculkan polemik. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mempertanyakan kepantasan aksi tersebut.

Sementara sejumlah anggota DPRD DIY yang berada di lokasi kejadian menyangkal kejadian tersebut menjadi inisiasi dari mereka. 

Sultan usai Rapat Paripurna (rapur) di DPRD DIY, Rabu Siang menyatakan penurunan foto wakil presiden yang masih menjabat perlu memperhatikan ketentuan. Menurutnya, foto presiden dan wakil presiden berkaitan dengan simbol kenegaraan yang tidak bisa diperlakukan sembarangan.

"Itu kurang mengerti ketentuannya bagaimana. Presiden dan wakil presiden, saya tidak tahu ketentuannya," katanya.

Namun menurut Sultan, penurunan paksa foto presiden dan wakil presiden sebagai merupakan tidak sepantasnya. 

"Ya, kalau pendapat saya pribadi, selama wakil presiden belum turun, ya [tidak pantas]," ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD DIY Imam Taufiq yang berada di ruangan saat kejadian membantah penurunan foto Gibran merupakan inisiatif anggota dewan seperti yang disampaikan salah satu peserta aksi. 

Menurut Imam, penurunan foto terjadi setelah ada peserta audiensi yang berteriak meminta foto wakil presiden diturunkan. Permintaan tersebut kemudian direspons oleh orang-orang yang berada di dekatnya.

"Ya, yang pokok, yang pertama adalah mengadili Pak Jokowi, yang kedua, memasukkan Gibran. Kemudian para peserta itu mengungkapkan perasaannya. Intinya, mereka sudah tidak tahan melihat foto itu. Secara spontanitas mereka kemudian maju ke depan untuk menurunkan foto tersebut," jelasnya.

Baca Juga: Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Imam kembali menegaskan, bukan anggota dewan yang menginisiasi aksi tersebut. Alih-alih anggota dewan, penurunan foto merupakan permintaan peserta diskusi.

"Sebenarnya enggak juga. Artinya, mereka memang minta dari peserta. Ada teriak-teriak itu, ada yang teriak untuk menurunkan foto. Kemudian teman sebelah merespons. Jadi, ada ibu-ibu tadi yang berteriak untuk minta supaya foto Pak Wapres diturunkan," ungkapnya.

Imam juga memastikan foto Gibran hanya diturunkan selama audiensi berlangsung. Setelah itu, foto tersebut kembali dipasang di tempat semula.

"Selama audiensi berlangsung. Setelah itu dipasang lagi," ujarnya.

Anggota Komisi A DPRD DIY, Yuni Satia Rahayu mengungkapkan, dia sempat merespons keinginan massa untuk menurunkan foto Gibran.

"Ya tadi itu, monggo kalau mau menurunkan begitu. Ayo kita turunkan, saya bilang begitu. Karena sudah ada ketetapan dari MA. Tinggal sebetulnya bagaimana kemudian DPR RI akan menindaklanjuti hasil keputusan MA ini," ujarnya.

Load More