Watu Sekul, Jejak Perjalanan Sunan Kalijaga dan Muridnya di Bantul

Cerita ini dipercaya masyarakat sekitar secara turun temurun.

M Nurhadi
Kamis, 30 April 2020 | 17:05 WIB
Watu Sekul, Jejak Perjalanan Sunan Kalijaga dan Muridnya di Bantul
Situs Watu Sekul di Bantul (Hops.id)

SuaraJogja.id - Konon ddengan kesaktiannya, Sunan Geseng mampu mengubah sebongkah batu menjadi nasi dan bisa dimakan. Cerita inilah yang menjadi cikal bakal Situs Watu Sekul.

Kini batu itu dikeramatkan warga dan banyak orang yang datang untuk sekedar menjalankan ritual di dekatnya.

Situs Watu Sekul, demikian warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul tempat batu itu berada menyebutnya. Dikisahkan warga setempat, batu itu semula adalah nasi yang karena sesuatu hal berubah jadi batu.

Junaedi, sang juru kunci Mengisahkan, kono saat itu di tengah perjalanannya, tiba-tiba Sunan Geseng berhenti karena melihat seperti ada sebuah bungkusan berisi nasi. Terlebih, Sunan Geseng belum lama kembali dari semedinya sehingga rasa lapar teramat sangat dirasakannya. Melihat benda serupa sebungkus nasi, ia bersemangat untuk mengambilnya.

Baca Juga:Kiat Olahraga Aman Saat Puasa Ramadan

Tapi anehnya, Sunan Kalijaga justru menyebut kalau bungkusan itu adalah sebongkah batu. Karena dalam pandangan Sunan Kalijaga, benda tersebut bukanlah nasi, melainkan hanya batu

“Mungkin waktu itu Sunan Geseng merasa sangat lapar. Sehingga dalam pandangannya, batu ini dilihat seperti bungkusan nasi. Dan untuk membuktikannya, tangannya langsung mencuil batu itu dan cuilan itu benar-benar jadi nasi. Dia pun lantas memakannya,” ujar Junaedi kepada hops.id -jaringan suara.com.

Sunan Kalijaga yang menyaksikan hal ini hanya tersenyum. Dia menyadari bahwa Sunan Geseng tengah menunjukkan kesaktiannya. Karena itu dia tidak mau meladeninya.

Setelah selesai makan, Sunan Geseng lantas meninggalkan sisa batu itu di tempatnya semula. Dan sebelum pergi, Sunan Kalijaga kemudian memberi nama batu itu dengan sebutan Watu Sekul.

Dalam bahasa Jawa, watu berarti batu dan sekul berarti nasi. Sehingga bila diartikan secara keseluruhan berarti batu nasi atau mungkin nasi yang menjelma jadi batu.

Baca Juga:Bella Luna Dihujat, Bikin TikTok Bungkus Anak hingga Memukul

Batu ini lantas diletakkan dalam sebuah cungkup. Warga setempat percaya, keberadaan petilasan ini adalah bukti Sunan Kalijaga dan muridnya yang ingin memberi bukti bahwa tidak ada yang tidak mungkin bila percaya kepada Allah SWT.

“Cuilan itu sampai sekarang masih membekas di salah satu sisi batu. Dan karena diyakini terkait dengan perjalanan hidup wali, maka orang-orang pun merawatnya. Bahkan kemudian mengeramatkannya. Banyak yang meyakini kalau ada kekuatan atau karomah wali yang terpancar dari batu ini. Sehingga kemudian pada malam-malam tertentu ada yang memberikannya sesaji,” pungkas Junaedi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini