Indeks Terpopuler News Lifestyle

Dua Komunitas Ini Dukung Malioboro Jadi Kawasan Semi Pedestrian

Chandra Iswinarno Rabu, 12 Juni 2019 | 17:00 WIB

Dua Komunitas Ini Dukung Malioboro Jadi Kawasan Semi Pedestrian
Suasana jalur pedestrian di kawasan Malioboro, DI Yogyakarta, Jumat (22/12/2017), yang kian ramai memasuki musim libur sekolah dan jelang akhir tahun. [Antara/Hendra Nurdiyansyah]

Dukungan tersebut disampaikan, lantaran mereka berharap dengan program tersebut dapat meningkatkan penghasilan mereka.

SuaraJogja.id - Rencana Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemprov DIY) menjadikan kawasan Malioboro menjadi kawasan semi pedestrian disambut positif Paguyuban andong dan becak kayuh yang sehari-hari beroperasi di daerah wisata utama tersebut.

Dukungan tersebut disampaikan, lantaran mereka berharap dengan program tersebut dapat meningkatkan penghasilan mereka.

"Kami dari paguyuban andong akan selalu mendukung seluruh program pemerintah. Sebelumnya pun, kami sudah mendukung program pemerintah di Malioboro. Harapannya, program ini bisa lebih menyejahterakan," kata Ketua Paguyuban Kusir Andong Yogyakarta Purwanto dilansir dari Antara di Yogyakarta, Rabu (12/6/2019).

Menurutnya, kebijakan pemerintah daerah untuk menjadikan kawasan Malioboro sebagai semi pedestrian akan semakin memudahkan kusir andong, karena tidak akan ada lagi kendaraan bermotor yang menyesaki ruas jalan tersebut.

"Terutama saat libur panjang, Jalan Malioboro pasti dipadati kendaraan. Jalan pun padat sehingga andong sulit berjalan," katanya.

Purwanto menyebut, seluruh andong yang beroperasi di kawasan Malioboro adalah andong yang sudah dilengkapi dengan berbagai surat administrasi seperti surat izin operasional kendaraan tidak bermotor (SIOKTB) yang dikeluarkan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta dan plat nomor andong.

Kelengkapan operasional andong seperti bel, dan lampu juga dipastikan dipenuhi.

"Untuk bisa beroperasi, ada seleksi yang dilakukan. Jika tidak memenuhi syarat, maka andong tidak bisa dioperasionalkan. Sudah ada aturannya dalam perda dan kami mematuhinya," katanya.

Setiap akhir pekan, sambung Purwanto, rata-rata ada 79 andong yang beroperasi di Malioboro dan jumlahnya akan meningkat saat libur panjang.

"Jika tempat parkir penuh, maka andong akan berputar dulu sembari menunggu tempat parkir yang kosong," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait