Kekeringan di Gunungkidul, Warga Kemesu Terpaksa Jual Ternak Demi Beli Air

Kemarau sejak April 2026 membuat warga Dusun Kemesu, Gunungkidul, krisis air bersih. Petani setempat terpaksa menjual ternak ayam demi membeli air tangki untuk kebutuhan

Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 28 Juli 2026 | 17:56 WIB
Kekeringan di Gunungkidul, Warga Kemesu Terpaksa Jual Ternak Demi Beli Air
Ilustrasi kekeringan di Gunung Kidul. (Pixabay)
Baca 10 detik
  • Warga Dusun Kemesu di Gunungkidul mengalami krisis air bersih sejak April 2026 setelah musim hujan berakhir.
  • Sebagian besar warga petani terpaksa menjual ternak ayam mereka untuk membeli pasokan air tangki seharga Rp120.000.
  • Kawasan perbukitan kapur tanpa sumber air tersebut selalu mengharuskan warga membeli air setiap musim kemarau tiba.

SuaraJogja.id - Kemarau kembali memaksa warga Dusun Kemesu, Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul, menguras tabungan hidup. Ketika persediaan air hujan di tandon habis, sebagian warga memilih menjual ternak untuk membeli air bersih.

Pada tahun ini, kondisi krisis air mulai dirasakan warga sejak April 2026, atau tepatnya setelah musim hujan berakhir. Tandon pribadi yang selama musim penghujan menampung air hanya mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga sekitar satu bulan.

"Untuk tahun 2026 itu sekitar bulan April ya. Bulan April atau mungkin sudah sudah selesai di musim hujan, itu kami mempunyai tandon-tandon pribadi yang untuk memasukkan air hujan ke dalam tandon tersebut akan tetapi tandon tersebut hanya mampu memberikan pasokan mungkin satu bulan saja," kata seorang warga Kemesu, Sutopo (46) saat dihubungi, Selasa (28/7/2026).

Setelah cadangan air habis, warga mulai bergantung pada pasokan air tangki. Disampaikan Sutopo, satu tangki air dijual seharga Rp120.000 dan rata-rata hanya cukup memenuhi kebutuhan satu keluarga selama sekitar dua minggu. 

Baca Juga:Yogyakarta Jadi Magnet Turis Asing, 126 Ribu WNA Gunakan Kereta Sepanjang Semester I 2026

Itu sudah termasuk untuk mandi, mencuci, memasak, hingga memberi minum ternak.

"Ya, kurang lebih sekitar dua minggu untuk keperluan air semuanya, dari mandi, mencuci, kemudian memasak, kemudian memberikan air minum untuk ternak begitu," ucapnya.

Bagi warga yang mayoritas bekerja sebagai petani, kata Sutopo, biaya membeli air menjadi beban berat. Ketika tidak ada hasil panen dan penghasilan terbatas, ternak yang semula dipelihara sebagai tabungan terpaksa dikurangi untuk mendapatkan air.

"Karena memang kami bukan semacam ekonomi yang baik, dalam arti hanya mayoritas petani, memang ternak kami dijual ya murni untuk membeli air begitu," ungkapnya.

Sutopo bilang warga lebih banyak menjual sejumlah ayam kampung yang dimiliki ketimbang kambing dan sapi yang dianggap sebagai simpanan jangka panjang. 

Baca Juga:Menteri LH Akui Negara Kecolongan, Siap Tindak Tegas Perusak Alam Usai Berguru ke Sultan Jogja

Namun, pengurangan ternak tetap menjadi pilihan yang terus berulang setiap musim kemarau. Terutama bagi keluarga yang tidak memiliki anggota keluarga dengan penghasilan dari luar daerah.

"Ya, rata-rata itu yang dijual ayam. Jadi kalau kambing itu kami merasa sangat, eman-eman, karena ya memang itu tabungan untuk jangka panjang," tandasnya.

Sutopo sendiri telah menjual dua hingga tiga ekor ayam kampung pada tahun ini. Dengan harga sekitar Rp40.000 hingga Rp50.000 per ekor, hasil penjualan ayam tersebut digunakan untuk menutup sebagian biaya pembelian satu tangki air.

"Saya jual ternak ayam itu yang ayam kampung yang kami pelihara gitu saya jual ada dua, kemudian sebagian gaji saya sebagai saya bekerja di kebersihan, gaji saya saya belikan untuk air," ujarnya.

Krisis air bukan persoalan baru bagi warga Kemesu. Sejak menetap di wilayah itu pada 2012, Sutopo mengaku setiap musim kemarau warga harus membeli air. Hal itu setelah kawasan mereka tidak memiliki sumber air tanah, sungai, maupun sumber air lain yang dapat dimanfaatkan.

"Semenjak 2012 itu sampai sekarang hari ini ya terus setiap musim kemarau ya memang kami harus membeli (air)," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak