Sekolah di Yogyakarta Keluarkan Edaran Larang Siswa Ikut Gejayan Memanggil

SMA Stella Duce 1 Yogyakarta misalnya, yang tidak membolehkan para siswi ikut turun ke jalan.

Pebriansyah Ariefana
Senin, 30 September 2019 | 11:38 WIB
Sekolah di Yogyakarta Keluarkan Edaran Larang Siswa Ikut Gejayan Memanggil
Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak melakukan aksi Gejayan Memanggil di Pertigaan Colombo, Gejayan, Kelurahan Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Senin (23/9/2019).

SuaraJogja.id - Aliansi Rakyat Bergerak kembali akan melakukan aksi unjuk rasa, Senin (30/9/2019) di Pertigaan Colombo, Gejayan, Yogyakarta dalam gerakan Gejayan Memanggil untuk memprotes sejumlah revisi UU dan kebijakan elit politik. Tak hanya mahasiswa, gerakan ini juga mengundang pelajar dan masyarakat untuk ikut serta.

Tahu ada ajakan bagi pelajar, sekolah pun membuat surat edaran yang melarang siswanya ikut unjuk rasa. SMA Stella Duce 1 Yogyakarta misalnya, yang tidak membolehkan para siswi ikut turun ke jalan.

Hal ini sesuai arahan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (disdikpora) DIY dalam surat edarannya pada 26 September 2019 lalu. Selain itu siaran pers Kemendikbud no. 310/Sipres/A5.3/IX/2019 Perihal "Siswa tidak ikut unjuk rasa.

"Surat edaran sudah kami sampaikan ke orang tua dan wali murid," papar Waka Kesiswaan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta, Ch Wiwit Ary Astuti, Senin (30/9/2019) siang.

Baca Juga:Anak STM Diperkirakan Ikut Demo Gejayan Memanggil 2 di Yogyakarta

Menurut Wiwit, pihak sekolah dan orangtua serta peserta didik diharapkan waspada dan mengantisipasi adanya provokasi dari pihak luar. Mereka dihimbau untuk menghindari titik-titik rawan berkaitan dengan aksi demonstrasi.

"Pihak sekolah tidak bertanggungjawab jika ada siswi yang diketahui terlibat dalam aksi unjuk rasa," tandasnya.

Secara terpisah Kepala SMAN 10 Yogyakarta, Basuki mengungkapkan sekolah juga mengirim surat edaran ke orang tua dan wali murid untuk melarang anaknya ikut unjuk rasa pada Senin (30/9/2019). Hal ini sudah sesuai arahan Disdikpora DIY.

"Sekolah kan membuat kebijakan pasti ada dasarnya ya. Dasarnya kan surat dari disdikora tentang pelarangan siswa meninggalkan proses belajar mengajar. Makanya kami tidak ijinkan anak anak ikut unjuk rasa pada hari ini," paparnya.

Karena itu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah full dari pagi hingga sore hari. Tidak boleh ada kegiatan lain yang mengganggu KBM.

Baca Juga:Gejayan Memanggil 2, Ratusan Mahasiswa Mulai Berdatangan

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak