HUT ke-263 Jogja Jadi Trending, Ini Sejarah di Balik Berdirinya Yogyakarta

Dany Garjito | Arendya Nariswari
HUT ke-263 Jogja Jadi Trending, Ini Sejarah di Balik Berdirinya Yogyakarta
Sejumlah warga berebut gunungan saat prosesi adat Grebeg Syawal 1439 H di halaman Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, Jumat (15/6).

Kota Yogyakarta genap berusia 263 tahun di tanggal 7 Oktober 2019.

Suara.com - Hari Senin tanggal 7 Oktober ini Kota Yogyakarta merayakan Hari Ulang Tahun (HUT).

Pada hari ini, Kota Yogyakarta genap berusia 263 tahun. Menjadi kota budaya, Yogyakarta terbilang tak pernah kehabisan pesonanya yang selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Namun, pernahkah terlintas mengapa tanggal 7 Oktober ditetapkan sebagai HUT Kota Yogyakarta?

Berikut sejarah singkat berdirinya Yogyakarta.

13 Februari 1755 - Perjanjian Giyanti

Perjanjian Giyanti pada tanggal 13 Februari 1755 menjadi awal dari terbaginya Mataram.

Mataram terbagi menjadi dua bagian, yakni Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surakarta.

HUT ke-263 Jogja Jadi Trending, Ini Sejarah di Balik Berdirinya Yogyakarta - 1

Perjanjian Giyanti muncul usai Kongsi Dagang Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) kewalahan mengatasi serangan dari Mas Said dan Pangeran Mangkubumi.

Dukungan untuk keduanya terus mengalir dari masyarakat sekitar.

Hingga pada akhirnya, masyarakat menobatkan Pangeran Mangkubumi sebagai raja atau yang lebih dikenal dengan nama Sri Susuhan Kebanaran.

Lewat jalur damai, VOC mencoba meredam perlawanan dari Pangeran Mangkubumi.

Hingga pada akhirnya, VOC mendapat restu dari Sunan Pakubuwono III dan menawarkan Perjanjian Giyanti.

Kemudian, Pangeran Mangkubumi lantas mendapat gelar sebagai Sultan Hamengku Buwono (HB) I dan telah diakui menjadi raja Ngayogyakarta. 

13 Maret 1755 - Raja Yogyakarta pertama memproklamirkan berdirinya Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat

Tepat pada 13 Maret 1755, Sultan Hamengkubuwono I memproklamirkan berdirinya Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat.

Sejumlah abdi dalem Keraton Yogyakarta mengikuti prosesi adat Grebeg Syawal 1439 H di Keraton Yogyakarta, Jumat (15/6).
Sejumlah abdi dalem Keraton Yogyakarta mengikuti prosesi adat Grebeg Syawal 1439 H di Keraton Yogyakarta, Jumat (15/6).

9 Oktober 1755 - Babat Alas

Setelah memproklamirkan berdirinya Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat, kala itu Sultan belum memiliki istana yang tetap. Pembangunan keraton sendiri dimulai pada 9 Oktober 1755.

Sembari dilakukannya babat alas hutan Pabringan, Sultan Hamengkubuwono I menempati Pesanggrahan Ambar Ketawang sambil memantau pembangunan keraton.

7 Oktober 1756 - Pembangunan Keraton Ngayogyakarta rampung

Keraton selesai dibangun pada tanggal 7 Oktober 1756. Kala itu, dengan segera Sultan Hamengku Buwono I dan keluarganya kemudian berpindah ke keraton.

Momen inilah yang menjadi cikal bakal tanggal 7 Oktober ditetapkan sebagai hari ulang tahun dari Kota Yogyakarta.

Nah, kini setiap tanggal 7 Oktober, umumnya banyak acara digelar di Yogyakarta.

Salah satu acara karnaval yang telah menjadi agenda tahunan yakni Wayang Jogja Carnival Night (WJNC).

Pada tanggal 7 Oktober, sebagian besar instansi dan sekolah di Yogyakarta juga mewajibkan diri memakai baju tradisional seperti kebaya dan surjan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS