Sepanjang Kemarau, Warga Gimeng Tempuh Jarak 1,5 Kilometer untuk Air Bersih

Kisah perjuangan warga Dusun Gimeng mengahadapi musim kemarau panjang tahun 2019.

Chandra Iswinarno | Muhammad Ilham Baktora
Selasa, 05 November 2019 | 16:21 WIB
Sepanjang Kemarau, Warga Gimeng Tempuh Jarak 1,5 Kilometer untuk Air Bersih
Sejumlah warga Dusun Gimeng, Sumbergiri, Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul berebut air bersih, Selasa (5/10/2019). [Suara.com/Muhammad Ilham Baktora]

SuaraJogja.id - Sejumlah warga Dusun Gimeng, Desa Sumbergiri, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul harus menempuh jarak 1,5 kilometer untuk mendapatkan air bersih. Lantaran air yang mengaliri tiap rumah warga, tak lagi berfungsi selama musim kemarau tahun ini.

Warga Dusun Gimeng Sukarmi (40) mengaku harus tiga kali bolak-balik mengambil sumber air yang terletak di dusun tetangga. Dia terpaksa melakukan itu, karena tidak ada kiriman tangki air bersih ke dusun tempatnya tinggal.

"Kemarau tahun ini lebih panjang dari tahun sebelumnya. Jadi jika tidak ada bantuan air bersih dari pemerintah atau pihak swasta, saya harus menuju tileng (sumber mata air) di Dusun Pelataran. Jaraknya sekitar 1,5 kilometer jika jalan kaki," keluhnya saat ditemui pada Selasa (5/10/2019).

Menurutnya, Warga Dusun Gimeng kerap kali melakukan hal tersebut di tiap musim kemarau. Sehingga kiriman air ke dusun tempat tinggalnya sangat dibutuhkan.

Baca Juga:Kemarau Panjang, 15 Kecamatan di Gunungkidul Terdampak Kekeringan

"Sudah empat tahun ini saya rasakan saat kemarau datang. Jika tidak ada bantuan air tangki, ya mau tidak mau, kami harus ke tileng mengambil air. Biasanya yang memiliki motor lebih mudah. Tapi yang tidak punya motor, ya harus jalan kaki," katanya.

Sukarmi menjelaskan, dalam sehari menghabiskan air sebanyak 10 ember untuk kebutuhan empat orang. Jika musim kemarau tiba, ia harus menghemat agar air tidak langsung habis dalam satu hari.

"Jika masuk musim kemarau saya bisa menghabiskan enam ember besar. Biasanya kan 10 ember. Tapi jika musim kemarau susah dapat air bersih. Jadi untuk mandi, makan, minum saya lakukan di rumah. Tapi saat mencuci pakaian saya pergi ke tileng," katanya.

Ibu dua anak ini mengemukakan, pasokan air sehari-hari untuk kebutuhan rumah tangga didapatnya dari sumber air yang berada di wilayah Gedong, Ponjong, Gunung Kidul. Tiap tahun Sukarmi mengeluarkan uang Rp 70 ribu untuk mendapatkan aliran air yang sudah terinstalasi langsung ke rumahnya.

Namun jika musim kemarau tiba, aliran air mati karena sumber air di wilayah tersebut habis.

Baca Juga:Kekeringan, Warga Jebreng Salat Istisko di Tengah Bengawan Solo

"Jadi cara kami untuk mendapatkan air bersih saat kemarau, ya dari kiriman air dan tileng di Dusun Pelataran itu. Hanya saja yang sangat membantu warga di sini kiriman air dari pemerintah setempat dan swasta," ungka Sukarmi.

Sebelumya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul telah mengeluarkan surat edaran terkait penetapan status siaga darurat kekeringan tahun 2019. Dari total 18 kecamatan ada 15 kecamatan yang telah mengajukan permohonan kiriman air akibat kemarau tahun ini.

Kekinian, Pemkab Gunungkidul telah menyuplai bantuan air bersih ke tiap kelurahan yang terdampak kemarau. Pemkab menerjunkan lima truk tangki berkapasitas lima ribu liter setiap hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak