- Pemkot Yogyakarta mencatat anomali libur Lebaran 2026 di mana kepadatan lalu lintas tidak sejalan dengan okupansi hotel.
- Wakil Wali Kota Yogyakarta menyebutkan bahwa tingkat keterisian kamar hotel kurang memuaskan selama periode tersebut.
- Rendahnya hunian hotel disebabkan wisatawan memilih menginap di rumah kerabat atau akomodasi berbasis kekeluargaan.
SuaraJogja.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mencatat anomali pada sektor pariwisata selama libur Lebaran 2026. Padatnya arus lalu lintas di Kota Pelajar tidak berbanding lurus dengan tingkat keterisian kamar hotel.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Hermawan, mengakui bahwa berdasarkan hasil monitoring di lapangan, angka okupansi di berbagai hotel di Kota Jogja masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan.
"Kalau dari beberapa dari hotel, bisa saya sampaikan juga belum banyak yang full ya okupansinya," kata Wawan dikutip, Kamis (26/3/2026)
Rendahnya angka hunian ini ditengarai akibat adanya pergeseran perilaku wisatawan yang lebih memilih akomodasi berbasis kekeluargaan.
Baca Juga:Bosen WFA di Rumah? ASN Jogja Wajib Coba 5 Cafe Alam Ini, Kerja Lancar Hati Tenang!
Menurut Wawan, banyak pengunjung yang datang ke Yogyakarta saat Lebaran justru memilih untuk menginap di rumah-rumah kerabat dibandingkan memesan kamar hotel.
"Beberapa masuk di Jogja rata-rata juga tidak nginep di hotel, tapi mereka dengan keluarga, nginep di vila, di rumah masing-masing," ucapnya.
Wawan menilai karakteristik setiap libur Lebaran memang berbeda dibandingkan libur panjang lainnya. Suasana kekerabatan yang kental membuat para pemudik lebih memilih menghabiskan waktu di kediaman saudara.
"Kalau Lebaran kan memang beda, suasana lebih kekerabatan ya. Jadi mereka hadir ke rumah kerabatnya, ke tempat-tempat yang memang rumah," tuturnya.
Hal itu yang menyebabkan data statistik hunian hotel di kota gudeg peningkatannya tidak signifikan. Meski secara kasat mata, kepadatan terlihat di jalan raya dan pusat-pusat keramaian.
Baca Juga:WFA Pasca Lebaran 2026 Diberlakukan, 36 Ribu Pemudik Masuk ke Jogja
"Sehingga kalau dari okupansinya tidak terlalu kelihatan di sini," imbuhnya.